Lebak, (Antara Megapolitan) - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten mengembangkan budi daya ikan mas "Si Nyonya" guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga serta untuk memenuhi ketersedian pangan lokal.

"Kami mengembangkan ikan mas ini karena permintaan pasar cukup tinggi," kata Juli, seorang petani dari Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Minggu.

Pemilihan pengembangan budi daya ikan mas lokal itu karena memiliki keunggulan dibandingkan ikan emas dari Subang, Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat.

Kelebihan ikan mas "Si Nyonya" adalah beratnya bisa mencapai empat sampai enam kilogram juga warnanya kuning keemasan.

Selain itu juga harga di pasaran cukup tinggi, sehingga petani di sini banyak membudidayakan ikan mas lokal.

Perawatan  ikan mas "Si Nyonya" itu tidak begitu sulit, karena mereka tahan terhadap serangan penyakit dan bisa berkembang di kolam, keramba maupun sawah.

Selain itu juga ikan mas lokal bisa bertahan hidup dari pasokan sumber mata air.

"Kami mengembangkan ikan mas ini dari sumber mata air perbukitan yang mengalir ke kolam," katanya.

Begitu juga Junaedi,  seorang petani mengembangkan budi daya ikan mas warga  Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak mengatakan dirinya memproduksi ikan emas "Si Nyonya" tentu sangat menguntungkan karena permintaan pasar cukup tinggi.

Apalagi, saat ini setelah Idul Adha 1436 Hijriah banyak pesta pernikahan di masayarakat setempat, yang membuat lonjakan permintaan daging ikan.

"Kami sendiri kewalahan melayani permintaan konsumen untuk konsumsi perayaan pernikahan," katanya.

Kepala Bidang Produksi Ikan Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Dadang Lesmana mengatakan saat ini banyak petani mengembangkan budi daya ikan mas lokal jenis varietas "Si Nyonya" guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Sebetulnya, kata dia, benih varietas unggul "Si Nyonya" merupakan jenis ikan emas lokal berasal asal Provinsi Banten.

Pengembangan ikan tersebut di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

"Kami menargetkan peternak ikan bisa memenuhi permintaan pasar lokal dan tidak dipasok lagi dari luar daerah," katanya.

Dadang menyebutkan, benih ikan mas "Si Nyonya" dimulai dikembangkan di tiga Balai Benih Ikan (BBI) milik pemerintah daerah dan hasilnya disalurkan ke seluruh pembudidaya ikan tawar.

Para peternak pembudidaya ikan emas dipastikan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi mereka.

Pemerintah daerah terus mendorong usaha peternak ikan mas tersebut agar menjadi andalan ekonomi masyarakat.

"Saya optimistis pengembangan budi daya ikan mas lokal bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal juga meningkatkan kesejahteraan peternak," katanya.

Pewarta: Mansyur

Editor : Andi Firdaus


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015