Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Papan Ketik (Keyboard) Aksara Bali yang dikembangkan Tim Peneliti Program Studi Informatika Fakultas MIPA Universitas Udayana merupakan wujud perpaduan kearifan lokal Bali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Perkembangan iptek, khususnya teknologi digital yang mengglobal tidak boleh mematikan atau menenggelamkan kebudayaan dan kearifan lokal Bali yang sangat kaya dan unik seperti aksara Bali," kata Koster dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Minggu.

Sebelumnya, Koster pada Sabtu (11/9) telah meluncurkan Papan Ketik Aksara Bali yang dikembangkan oleh Tim Peneliti Universitas Udayana yakni Cokorda Rai Adi Pramartha, PhD, I B Ary Indra Iswara MKom, I Putu Gede Hendra Suputra, MKom, dan IB Gede Dwidasmara, MCs.

Baca juga: Ikuti perkembangan zaman, petani milenial harus manfaatkan Iptek

Menurut dia, dengan pengembangan "keyboard" itu, maka aksara Bali tidak hanya dikenal oleh masyarakat Bali, tetapi akan meluas ke pergaulan masyarakat nasional, bahkan memasuki pergaulan masyarakat dunia.

Ide atau gagasan mengembangkan Papan Ketik Aksara Bali tersebut sekaligus merupakan kelanjutan pelaksanaan kebijakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

"Tujuannya untuk melindungi keberadaan aksara Bali sebagai warisan adiluhung dari leluhur Bali," ucapnya.

Baca juga: Neosperience Italia mengembangkan cara deteksi COVID-19 dari suara

Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para siswa dan mahasiswa, memberikan tujuh soal untuk diketik dalam aksara Bali dan ternyata para siswa dan mahasiswa dengan sigap mampu menuliskan  secara benar dan cepat dari laptop masing-masing yang ditayangkan langsung dalam layar virtual.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Bali secara spontan memberikan penghargaan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp1 juta kepada 49 perwakilan siswa dan mahasiswa yang akan dikirim melalui rekening masing-masing.

Keyboard aksara Bali diyakini akan mendunia, karena memiliki tujuh keunggulan fungsi, yakni  menggunakan koneksi WiFi (USB dongle) atau Bluetooth; dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali secara natural (tanpa auto correction); dan dapat digunakan untuk menuliskan aksara Bali pada sistem operasi yang berbeda seperti Apple MacOS dan Microsoft Windows.

Baca juga: Iptek, Pesawat ruang angkasa China sukses mendarat

Selanjutanya dapat digunakan untuk membuat dan menyimpan dokumen digital pada berbagai macam aplikasi seperti Microsoft Office, Google Office (Docs, Spreadsheet, Presentation), Notes, iWork dan lain-lain dengan menggunakan Aksara Bali.

Kemudian dapat digunakan untuk menuliskan dokumen pada website/Internet dengan Aksara Bali; dapat digunakan untuk menuliskan pesan pada media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dengan Aksara Bali; dan hasil pembuatan dokumen atau pesan yang dihasilkan dapat dibagikan ke orang lain tanpa mengubah tampilan aksara Bali yang telah dibuat sebelumnya.

Sementara itu, Pengelola Domain dan Internet Indonesia (PANDI), Prof Yudho Giri Sucahyo, PhD menyampaikan apresiasi dan bangga pada komitmen dan pencapaian Gubernur Wayan Koster dalam melestarikan aksara lokal.

Menurutnya, ini merupakan sebuah langkah besar terhadap kemajuan digitalisasi aksara Bali sekaligus upaya pelestarian nilai-nilau budaya bangsa khususnya budaya Bali.

Hal ini sangat sesuai dengan program kerja yang sedang dikampanyekan PANDI yaitu Program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN). Pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga UNESCO turut mendukung secara penuh program tersebut.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Feru Lantara


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021