Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila Dr. (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo mengatakan lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut untuk mampu beradapatasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat.

"Peran perguruan tinggi dalam dunia tanpa batas saat ini adalah memastikan munculnya sumber daya manusia/lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi," kata Siswono, usai menghadiri sidang wisuda Universitas Pancasila yang dilakukan secara daring di Trans Studio Cibubur, Depok, Jawa Barat, Sabtu.

Ia mengatakan keunggulan lulusan perguruan tinggi tersebut bisa didapatkan apabila SDM yang ada memiliki pengetahuan, teknologi, keterampilan dan etos kerja yang tepat.

"Ketangguhan dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan adalah salah satu kualitas yang perlu dimiliki oleh lulusan Universitas Pancasila (UP) dan hal inilah yang ingin dicontohkan UP dengan mengadakan wisuda daring pertama sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru yang terjadi karena pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: Siswono mendukung pemindahan ibu kota

Pada penyelenggaraannya UP berkolaborasi dengan Trans Studio Cibubur yang telah memiliki teknologi memadai untuk daring, memenuhi standar protokol kesehatan dan juga memiliki SDM yang kompeten di bidangnya.

"Ini juga merupakan bentuk keterbukaan perguruan tinggi dalam berkolaborasi dengan berbagai bidang industri," ujarnya.

Sementara itu Rektor Universitas Pancasila Prof Wahono Sumaryono mengatakan pada Wisuda Daring Semester Gasal TA 2019/2020 ini, Universitas Pancasila meluluskan 1.169 orang dari berbagai jenjang pendidikan, dari ahli madya, sarjana, profesi apoteker, magister hingga doktor.

Total sampai dengan saat ini jumlah lulusan UP sebanyak 63.169 orang yang telah berkontribusi dalam dunia industri dan masyarakat.

Wahono mengatakan bahwa adanya perubahan yang terjadi secara cepat dalam skala global karena adanya pandemic COVID-19 memaksa kita semua untuk membentuk perilaku baru, menyesuaikan kebiasaan hidup kita, dan pada akhirnya mengubah cara kita hidup.

Baca juga: Hasil sah pemilu adalah hitungan KPU

Perubahan, kata dia, pastinya bukan hal yang mudah, namun kecepatan beradaptasi sangat diperlukan untuk mampu ikut dalam persaingan global. UP juga terus beradaptasi dengan melaksanakan hampir setiap kegiatan secara daring, seperti ujian penerimaan mahasiswa baru, perkuliahan, sidang skripsi dan melakukan seminar-seminar secara online sehingga iklim akademik dapat terus terjaga.

Pada wisuda daring kali ini, untuk meningkatkan wawasan peserta dan kepedulian terhadap perkembangan dunia, UP mengundang Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D. untuk memberikan orasi ilmiah. Diharapkan apa yang disampaikan menteri dapat menjadi persiapan lulusan untuk berkompetisi.

Dampak pandemi ini, kara Rektor UP, tentunya sangat luas dan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu sebagai bentuk kepedulian UP, maka dikeluarkan kebijakan tentang pemberian bantuan berupa uang untuk penggantian kuota internet sebesar Rp600.000/mahasiswa untuk semester ini dan memberikan potongan/diskon uang kuliah bagi mahasiswa baru dan lama.

Baca juga: Hasil sah pemilu adalah hitungan KPU

Selain merespons terhadap perubahan ekonomi, UP juga merespons dengan cepat perubahan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Wahono menjelaskan beberapa langkah strategis yang UP lakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah mengembangkan kurikulum kewirausahaan, bekerja sama dengan 74 BUMN, yang sampai saat ini sudah terdapat 264 mahasiswa yang magang selama enam bulan.

Selain itu, katanya, juga mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dengan memfasilitasi pengembangan 64 pelaku usaha rintisan yang terdiri dari bidang kuliner, fashion, dan aplikasi IT. Selain itu juga meningkatkan kolaborasi dengan alumni dalam peningkatan kompetensi dan memfasilitasi tersedianya kesempatan kerja.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020