Sukabumi, (Antaranews Bogor) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencatat sekitar 40 persen kecamatan di wilayah itu merupakan daerah rawan bencana alam mulai dari puting beliung, banjir hingga gempa bumi.

"Ada tiga dari tujuh kecamatan yang rawan terjadi bencana yakni Baros, Cibeureum dan Lembursitu, tetapi ada beberapa kelurahan di kecamatan lain yang juga masuk daerah rawan," kata Kepala BPBD Kota Sukabumi, Hendra Resmanda kepada Antara, Sabtu.

Menurut Hendra, bencana alam yang kerap terjadi di wilayahnya itu seperti puting beliung, longsor dan banjir. Untuk daerah rawan longsor yakni Kecamatan Baros dan Lembursitu yang merupakan daerah bertebing.

Sedangkan yang rawan banjir yakni Warudoyong dan Baros atau daerah yang menjadi perlintasan sungai serta kecamatan rawan puting beliung meliputi Baros, Lembursitu dan Cibeureum.

Namun, tidak menutup kemungkinan bencana alam juga bisa melanda kecamatan lainnya seperti Cikole, Citamiang dan Gunungpuyuh. "Tetapi daerah yang paling rawan terjadi bencana yakni di tiga kecamatan itu (Baros, Cibeureum dan Lembursitu). Belum Lama ini juga, di Kecamatan Warudoyong dua rumah rusak akibat bencana angin puting beliung namun tidak ada korban jiwa," ujar Hendra.

Memasuki musim penghujan ini, katanya, yang harus diwaspadai adalah bencana angin puting beliung, banjir dan longsor. Pihaknya juga sudah mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan siaga jika terjadi hujan deras, karena biasanya setelah cuaca panas dan turun hujan kerap terjadi angin puting beliung yang diiringi bencana lainnya seperti longsor atau banjir.

"Kami juga sudah menyiagakan relawan dan anggota untuk siaga dan melakukan reaksi cepat jika terjadi bencana. Untuk bantuan pun sudah tersedia dan tidak hanya di BPBD saja tetapi juga di instansi terkait seperti Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)," tambahnya.

Hendra mengatakan sosialisasi penanggulangan bencana pun kerap dilakukan agar masyarakat Kota Sukabumi paham bagaimana antisipasi jika terjadi bencana dan penanganan pascabencana untuk meminimalisir dampak dan korban. Selain itu, tidak melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan terjadinya bencana alam seperti membuang sampah ke sungai atau menebang pohon.

Pewarta: Aditya A Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2014