18 tahun sudah Satelit LAPAN-A1 mengorbit
- 10 Januari 2025 23:05
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir (kiri) mendengarkan penjelasan dari Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin (tengah) meninjau replika pesawat saat peluncuran satelit LAPAN A2 di Pusat Teknologi LAPAN Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jabar, Kamis (3/9). Satelit LAPAN-A2 dengan bobot 78 kilogram akan diorbitkan dekat equator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 630 kilometer dari permukaan bumi, melintasi Indonesia 14 kali sehari memantau permukaan bumi, identifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir (ORARI). (ANTARA FOTO/Leily - Setpres)
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Kepala BIN Sutiyoso (kedua kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan), Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir (kedua kiri), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (ketiga kiri) mendengarkan penjelasan dari Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin (kiri) saat meninjau Satelit LAPAN-A2, di Pusat Teknologi LAPAN Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jabar, Kamis (3/9). Satelit LAPAN-A2 dengan bobot 78 kilogram akan diorbitkan dekat equator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 630 kilometer dari permukaan bumi, melintasi Indonesia 14 kali sehari memantau permukaan bumi, identifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir (ORARI). (ANTARA FOTO/Leily-Setpres)
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir (kanan), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (kiri), Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin (kedua kanan) secara simbolis meluncurkan Satelit LAPAN-A2, di Pusat Teknologi LAPAN Rancabungur, Kabupaten Bogor,Jabar, Kamis (3/9). Satelit LAPAN-A2 dengan bobot 78 kilogram akan diorbitkan dekat equator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 630 kilometer dari permukaan bumi, melintasi Indonesia 14 kali sehari memantau permukaan bumi, identifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir (ORARI). (ANTARA FOTO/Leily-Setpres)