"Pemantauan yang kami lakukan ini tujuannya agar masyarakat tahu, ternyata memberikan uang kepada para pengemis tidak bermanfaat, karena mereka akan keenakan mengemis dan selalu mengandalkan orang lain atau tidak mandiri," kata Fahmi kepada Antara, Senin.
Menurutnya, hasil pemantauan tersebut ternyata jika dibandingkan dengan penarik becak, ojek dan delman sertau angkutan kota, taraf kehidupan para pengemis itu ternyata lebih sejahtera sebab banyak ditemukan dari mereka (pengemis,red) yang mempunyai rumah permanen, sawah yang luas bahkan ada yang menjadi juragan angkot.
Dengan ditemukannya kasus seperti ini, maka pihaknya melarang dan mengimbau kepada warganya agar tidak memberikan uang kepada pengemis agar mereka bisa mandiri dan tidak hanya penadahkan tangan saja untuk mencari belas kasihan dari orang lain, padahal kondisi tubuh mereka masih mampu untuk bekerja.
Selain itu, bahkan dari pantauannya sudah banyak pengemis yang menggunakan telepon genggam untuk berkomunikasi baik dengan keluarganya maupun rekannya.
"Kondisi seperti ini membuat prihatin kami disaat tukang ojek, buruh bahkan pegawai negeri sipil membanting tulang untuk mendapatkan upah untuk menghidupi keluarganya, tapi seorang pengemis yang dengan hanya meminta-minta bisa membeli segala rupa untuk keluarganya seperti membeli rumah, kendaraan pribadi dan lain. Karena setiap pengemis pendapatannya bisa mencapai Rp100 ribu/harinya," tambahnya.
Fahmi mengatakan larangan memberikan uang kepada para pengemis tersebut bukan melarang untuk berbagi atau beribadah, tapi baik ditinjau dari sisi pandangan agama maupun lainnya memberikan bantuan kepada para pengemis tidak bermanfaat, sebab yang ada mereka akan lebih senang menjadi pengemis dibandingkan harus bekerja. Mak dari itu pihaknya mengimbau kepada dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk mendata keberadaan pengemis di Kota Sukabumi.
"Kami akui setiap tahunnya bahkan bulannya jumlah pengemis selalu meningkat, apalagi mendekati Ramadan dan Idul Fitri yang jumlahnya akan semakin menjamur. Selain itu, ternyata mayoritas pengemis yang ada bukan merupakan warga asli Kota Sukabumi tetapi pendatang dari luar daerah," kata Fahmi.
Namun, kedepannya pihaknya juga sudah mempunyai progam untuk para pengemis yang ada di Kota Sukabumi yakni memberikan pelatihan dan pembinaan agar menjadi wirausahawan dengan tujuan agar mereka tidak kembali mengemis lagi ke jalan. Bahkan, pihaknya sudah menugaskan anggota Satpol PP untuk selalu menertibkan para pengemis yang ada di wilayahnya.
Pewarta: Aditya A RohmanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.