dishub-pasang-cctv-pantau-kemacetan-Sukabumi, 18/1 (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat memasang empat unit kamera pengawas di empat titik daerah rawan kemacetan di daerah itu.
"Pemasangan CCTV (closed circuit television) ini bertujuan untuk memantau arus lalu lintas di daerah rawan kemacetan di Kota Sukabumi," kata Kepala Dishub Kota Sukabumi Andri Setiawan di Sukabumi, Selasa.
Adapun empat titik yang dipasang kamera pengawas yaitu di perimpangan Jalan Gudang, Pintu Haag, NBS dan Degung.
Menurutnya, empat titik ini merupakan daerah rawan kemacetan lalulintas, karena selain dipadati oleh kendaraan umum, jalan ini juga merupakan jalur utama atau penghubung dengan daerah lain.
Ia mengatakan, setiap hari di daerah tersebut kerap terjadi kemacetan, sehingga saat sedang macet dan terpantau di CCTV maka pihaknya langsung menugaskan anggotanya untuk mengatur arus lalulintas.
"Kami pun menempatkan anggota kami di daerah rawan kemacetan untuk mengatur arus lalulintas jika terjadi penumpukan kendaraan," tambahnya.
Selain itu, untuk mengatasi kemacetan di Kota Sukabumi, pihaknya pada 2012 ini memberhentikan penambahan jumlah armada angkot dan jumlahnya sudah sangat banyak bahkan memberlakukan sistem dua shift.
"Di Kota Sukabumi saat ini jumlah angkot mencapai 1.260 unit, serta armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) mencapai 800 unit," kata Andri.
Pihaknya juga mendorong agar pembangunan jalan lingkar selatan Sukabumi segera tuntas, karena dengan tuntasnya jalan yang tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jabar ini sebagai jalur alternatif dan bisa mengurai kemacetan di Sukabumi.
"Pembenahan pun kami lakukan agar kemacetan bisa ditangani seperti memasang marka jalan, traffict light, kendaraan operasional, mobil derek dan mobil penguji keliling," tambahnya.
Aditya
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.