penumpang-krl-mulai-terbiasa-dengan-sistem-loop-lineBogor, 24/12 (ANTARA) - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menilai para penumpang sudah terbiasa dengan penerapan sistem jalur melingkar (loop line) kereta api listrik yang sudah diberlakukan selama satu bulan.
Penilaian tersebut diperoleh oleh Dahlan setelah menumpang kereta api jurusan Bogor untuk menghadiri rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat.
"Memang saya naik kereta api ke Bogor. Kenapa naik kereta api, saya ingin tahu setelah satu bulan sistem baru `loop line? itu bagaimana, orang sudah terbiasa atau belum,? ujarnya.
Selain itu, Dahlan juga ingin memantau langsung perpindahan penumpang dari satu jalur ke jalur lain sejak penerapan sistem jalur melingkar.
"Saya lihat orang mulai terbiasa, tapi memang ini kasihan perpindahan orang dari Bekasi ke Tanah Abang pindah di Manggarai, pindahnya 25 menit. Menurut saya, itu masih kelamaan, akibatnya orang menunggu terlalu lama," tuturnya.
Selama perjalanan menuju Bogor itu, Dahlan juga melihat langsung para penumpang yang masih duduk di atap.
"Yang naik ke atap itu, satu pihak `gemes?, satu pihak kasihan. Memang tidak ada tempat di dalam sehingga memang perlu waktu selesaikan ini," ujarnya.
Dahlan menilai kereta api listrik, terutama kelas ekonomi, memang masih kelebihan beban penumpang sehingga masih saja terjadi penumpang yang naik ke atas atap.
"Sehingga pihak kereta api berjanji dalam tiga bulan ini bisa selesai," ujarnya.
Dahlan mengaku dalam perjalanannya ke Bogor ia sempat menunggu lama di Stasiun Manggarai karena tertinggal kereta ekonomi. Ia menumpang kereta selaku penumpang biasa yang membeli karcis di loket penjualan.
"Beli biasa kok, terus ketinggalan kereta ekonomi. Kalau saya naik kereta ekonomi berikutnya saya telat sampai di sini, kemudian naik kereta `commuter? lalu turun di Stasiun Bogor,? tuturnya.
Setibanya di Stasiun Bogor, Dahlan yang selalu mengenakan sepatu kets berwarna hitam itu sempat mencicipi soto lalu melanjutkan perjalanan ke Istana Bogor dengan menumpang ojek sepeda motor.
"Kata orang, di sini sotonya enak. Yah, saya makan dulu sarapan di Stasiun Bogor. Keasyikan, jamnya tinggal sepuluh menit terus mencari kendaraan. Keluar stasiun itu kan ruwet sekali. Waduh, ada jualan, becak, dan macam-macam. Ya susah, naik ojek sajalah. Seandainya tidak naik ojek, saya ketinggalan,? tutur Dahlan mengisahkan perjalanannya pada Jumat pagi.
T.D013
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.