"Mungkin beliau (Cameron Kerr) baru pertama melihat satwa berwarna hitam bergaris garis putih,"Bogor (Antara) - Keberadaan satwa endemik Indonesia, Tapir (tapirus indicus) di lembaga konservasi "eksitu" (di luar habitat asli) Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor menjadi perhatian khusus Direktur Taronga Zoo Sydney, Australia, Cameron Kerr.
"Mungkin beliau (Cameron Kerr) baru pertama melihat satwa berwarna hitam bergaris garis putih," kata Humas Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Yulius H Suprihardo kepada Antara di Bogor, Kamis.
Dalam kunjungan ke TSI Cisarua pekan lalu, katanya, Cameron Kerr diterima oleh Direktur TSI Frans Manansang, serta para dokter hewan, kurator maupun tim medis.
Ketika melihat bayi Tapir benama Ralin, menurut dia, Cameron Kerr agak tercengang dan terheran heran.
Kesempatan tersebut tidak disia siakan oleh Cameron Kerr untuk berfoto bersama Ralin.
Salah satu pakar Tapir dari IPB Dr drh Bambang Purwantara mengemukakan bahwa satwa endemik Indonesia dari Sulawesi itu kini kondisinya juga mulai kritis, jika tidak segera dilakukan upaya-upaya penyelamatan.
"Lebih kurang kondisinya mendekati apa yang terjadi pada satwa badak," ucapnya.
Menurut Yulius, selain bayi Tapir, Cameron juga menyempatkan diri untuk berfoto dengan seekor bayi Singa Afrika.
Tidak hanya mengunjungi Rumah Sakit Satwa yang ada di TSI, Cameron Kerr juga melihat fasilitas kandang gajah yang lokasinya tidak jauh dari RS satwa itu.
Ia juga bertandang ke Pusat Penangkaran Harimau Sumatra maupun ke Taman Burung.
Direktur TSI Frans Manansang mengatakan bahwa dengan adanya kunjungan dari Taronga Zoo, Sidney Australia ini, tentunya akan menjalin kerja sama yang lebih baik lagi antarkebun binatang tingkat dunia.
Apalagi, kata dia, TSI tidak saja menjadi anggota Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), namun juga anggota South East Asian Zoos Association (SEAZA) maupun anggota World Associations Zoos and Aquariums (WAZA).
Pada kunjungan ke TSI tersebut, Direktur Taronga Zoo Cameron Kerr juga didampingi beberapa staf dari kebun binatang itu, dan disertai salah satu staf Yayasan Badak Indonesia-International Rhino Foundation Sectionov.
Pewarta: Oleh Andi JauhariUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026