Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memasifkan program Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan ( Gerdal OPT) pada bulan April 2026 guna menekan serangan hama tikus yang mengancam produksi padi di daerah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Kamis, mengatakan program Gerdal OPT digencarkan sebagai respons cepat atas laporan petani terkait serangan hama di lapangan.
“Serangan tikus merupakan ancaman nyata bagi produksi pangan. Pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus serentak dalam satu hamparan agar efektif menekan populasi,” ujarnya.
Ia menegaskan setiap laporan yang masuk ke Diskatan langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim, untuk melakukan identifikasi dan aksi pengendalian.
“Setiap aduan yang masuk langsung kami tindak lanjuti. Tim turun untuk identifikasi dan aksi pengendalian. Ini bagian dari upaya menjaga produksi tetap aman,” katanya.
Ia mencontohkan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Bakom, Kabupaten Kuningan pada Sabtu (11/4), telah berhasil menyelamatkan 15 hektare lahan sawah di daerah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Diskatan melibatkan Brigade Proteksi Tanaman, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petani setempat.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026