"Penggunaan BBG akan lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara,"Depok (Antara) - Pemerintah Kota Depok mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar mempercepat Program Konversi BBM menjadi BBG dengan asumsi harga BBG lebih murah 30 persen - 40 persen.
"Penggunaan BBG akan lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara," kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Depok, Senin.
Dikatakannya seharusnya Pemerintah Pusat untuk lebih serius memperbesar usaha konversi BBM menjadi BBG secara masif, baik untuk angkutan umum, kendaraan pemerintah, dan kenderaan pribadi.
"Ikuti negara-negara lain yang telah melaksanakan konversi BBM ke BBG-V atau Bahan Bakar Gas Vehicle, seperti Iran, Pakistan, Irak, dan China," katanya.
Pemerintah Kota Depok lanjut dia siap untuk membantu penyediaan alat konversi BBG, jika Pemerintah Pusat kekurangan alat konversi untuk angkutan umum.
Menurut dia konversi BBM dan BBG ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan, yaitu mengaktifkan atau mengoperasikan SPBG yang ada di Jalan Margonda dan lakukan penambahan SPBG di Kota Depok. Penambahan lokasi SPBG bisa dilakukan di 3 lokasi, yaitu di Beji, Cinere, dan Jalan Raya Bogor.
Selain itu wali kota juga meminta warga untuk meningkatkan dan menumbuhkan gaya hidup hemat untuk seluruh kebutuhan, baik kebutuhan pokok, sekunder, maupun tersier.
"Belajar hemat karena hemat itu bukan berarti pelit. Kita juga harus belajar dan meningkatkan pola hidup hemat dalam seluruh pembelanjaan kehidupan, dan utamakan belanja produk-produk Indonesia," tuturnya.
Mantan presiden Partai Keadilan tersebut jga meminta warga untuk mengambil kesempatan dalam keadaan seperti ini, dengan meningkatkan kreativitas dan produktivatas dalam menciptakan sebuah produk, minimal untuk bangsa sendiri.
"Warga harus bekerja keras, berkreasi, dan inovatif dalam menciptakan produk-produk kebutuhan," ujarnya.
Hal senada dikatakan Wakil Wali kota Depok Idris Abdul Shomad yang juga meminta masyarakat untuk hemat. Dengan kenaikan harga BBM yang mengakibatkan kenaikan bahan-bahan sembako dan kenaikan tarif transportasi serta barang-barang lain.
"Saya berharap kepada seluruh aparatur dan warga Depok untuk hidup hemat, tidak boros , dan tidak mubazir. Kita harus hidup sederhana dan tinggalkan pola hidup hedonism," ujarnya.
Pewarta: Oleh Feru LantaraEditor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.