Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyampaikan potensi bencana hidrometeorologi masih harus diwaspadai selama musim penghujan yang diprediksi masih akan terjadi hujan sampai akhir April 2026 sesuai dengan penetapan status siaga darurat.
"Sampai 30 April terakhir SK Siaga Darurat cuaca ekstremnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Rabu.
Ia menuturkan Bupati Ciamis sebelumnya sudah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Status Siaga Darurat Bencana hidrometeorologi, seperti ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, yang terjadi pada musim penghujan.
Status siaga darurat itu, kata dia, terhitung sejak 15 Oktober 2025 atau mulai memasuki musim penghujan dan sampai 30 April 2026 yang sesuai prakiraan cuaca sebagai akhir dari musim penghujan.
"Status dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan," katanya.
Ia menyampaikan selama musim penghujan ini sejumlah daerah di Ciamis dilaporkan terdampak bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, juga cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang.
Bencana alam yang terjadi selama status siaga darurat ini, kata dia, dilaporkan ada satu wanita lanjut usia (lansia) tewas akibat tertimbun tanah longsor yang menimpa rumahnya di Kecamatan Sindangkasih, selebihnya menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah, fasilitas umum seperti bangunan sekolah dan jalan.
"Daerah yang dilanda bencana langsung dilakukan penanganan, seperti drop logistik, dan kebutuhan mendesak lainnya," kata Ani.
Ia menyampaikan sejak beberapa hari ke belakang telah terjadi hujan deras disertai angin kencang menyebabkan 83 rumah warga rusak di sejumlah desa di Kecamatan Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari pada Sabtu (28/3) sore.
Potensi hujan deras saat ini, kata dia, masih akan terjadi selama sepekan ke depan berdasarkan laporan dari BMKG akan ada awan Cumulonimbus pada sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, meski begitu masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik.
"Santai saja santai, gak usah panik," katanya.
Baca juga: Mojokerto lakukan mitigasi bencana di daerah aliran sungai
Baca juga: BNPB : Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah daerah saat Lebaran
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026