Moskow (ANTARA) - Gerakan Ansar Allah Yaman, dikenal sebagai Houthi, masih mempertimbangkan untuk memblokir Selat Bab al-Mandeb yang dapat membuat harga minyak melonjak tajam, kata Mohammed Mansour, deputi menteri informasi di pemerintahan Houthi.

"Ini masih harus diputuskan. Kami masih membahas rencana aksi bersama dengan saudara-saudara Iran kami. Hal terpenting adalah memperjelas kepada musuh-musuh kami bahwa kami tidak akan pernah menyerah," kata Mansour kepada portal berita Italia, InsideOver, Senin (30/3), menjawab tentang pemblokiran selat di lepas pantai Yaman.

Mansour menambahkan bahwa Eropa juga harus memahami bahwa jika mereka terus menjadi musuh Poros Perlawanan, maka pihaknya akan menaikkan harga minyak hingga 200 dolar AS (sekitar Rp3,4 juta) per barel dan mencekik perekonomian Eropa.



Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026