Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara guna menekan kasus suspek campak di Cianjur seperti memberikan vaksin pada masyarakat dan menggencarkan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Senin, mengatakan kasus suspek campak di Cianjur pada awal Januari 2026 tercatat sebanyak 100 orang namun pada akhir Maret jumlahnya terus menurun.
Bahkan pihaknya sudah menerima Surat Edaran dari Kemenkes tentang kewaspadaan penyakit campak pada tenaga medis dan petugas kesehatan, dimana kasusnya belum ditemukan namun tetap harus diwaspadai.
Baca juga: Kemenkes keluarkan SE Kewaspadaan Campak guna lindungi named-nakes
Baca juga: Dinkes Cianjur masih menunggu hasil pemeriksaan serum darah AMW dari Labkesda Jabar
"Saat ini data yang tercatat dari tim survailance di lapangan jumlah kasus suspek campak sekitar 18 orang, dimana ketika seseorang dinyatakan suspek belum dapat dipastikan terpapar," katanya.
Dia menjelaskan dari belasan orang yang diduga suspek campak tersebar hampir diseluruh wilayah Cianjur, namun rata-rata berada di Kecamatan Warungkondang dan Cilaku, dimana mereka mendapatkan pengawasan dari petugas kesehatan puskesmas terdekat.
Pendampingan dan pengawasan tutur dia, akan terus dilakukan sampai pasien dinyatakan sembuh dan penyebaran dapat ditekan dengan menerapkan PHBS terutama saat melakukan aktifitas di luar rumah menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Kemenkes lakukan PE respons seorang dokter yang meninggal akibat suspek campak
"Kasus penyebaran campak di Cianjur dapat disebabkan beberapa faktor seperti adanya warga yang masih menolak anaknya untuk di imunisasi campak," katanya.
Sedangkan upaya deteksi dini dengan pemberian vaksin campak terus digencarkan agar masyarakat tidak mudah terpapar karena penyebaran dan penularan-nya melalui udara namun dapat dicegah dengan cara menerapkan protokol kesehatan.
"Kami akan terus menggencarkan pemberian vaksin dan imunisasi campak terutama pada anak, sehingga kasus suspek di Cianjur terus menurun, termasuk meminta masyarakat menerapkan PHBS dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026