indonesia-harus-mandiri-dan-hemat-energi

 Bogor, 11/12 (ANTARA) - Indonesia perlu segera mengembangkan kemandirian dan penghematan di bidang energi, kata anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI Dr Arif Budimanta.

"Kemandirian dan penghematan energi mendesak dilakukan dan merupakan pekerjaan rumah besar yang harus segera dilakukan," kata Arif Budimanta di Bogor, Minggu.

Arif Budimanta yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesiaa Perjuangan (PDIP) itu menjadi narasumber pada kegiaatan "Indonesia Ecology Expo" alias INDEX yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) di IICC, Kota Bogor.

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 600 peserta tersebut, Arif Budimanta mengampanyekan pentingnya kemandirian dan hemat energi bagi Indonesia.

"Saat ini energi merupakan isu besar yang harus dijawab bangsa ini. Selain menyedot anggaran yang sanat besar, energi juga terkait dengan masalah lingkungan," kata Arif Budimanta.

Selain itu, menurut Arif, energi juga menjadi isu sangat penting, karena keterbatasan sumberdaya terbarukan. Energi sulit dikembangkan, karena sumbernya sangat terbatas.

Dikatakannya, setiap tahun Indonesia harus mengeluarkan subsidi sebesar Rp200 triliun untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dana sebesar itu, sebagian besar digunakan untuk impor. "Kita harus melakukan impor energi besar-besaran, padahal negeri ini sangat kaya akan sumberdaya energi," ujar pria yang juga alumnus IPB.

Arif mengatakan, fenomena tersebut perlu segera disikapi, yaitu dengan cara mengembangjkan kemandirian. Kebijakan impor perlu diubah dengan mengembangkan dan mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki. Selain itu, perlu dilakukan pengematan untuk mengatasi keterbaatasan sumber daya energi.

"Sumberdaya energi sangat terbatas dan sulit dikembangkan. Karena itu, kita harus hemat," katanya.

A Fahir

.

    



























 




:

COPYRIGHT © ANTARA 2026