Hari-Lingkungan-Hidup
Hari lingkungan hidup yang dirayakan setiap tahun pada 5 Juni, mulai dicanangkan pada tahun 1973 di Stockholm, Swedia.  Penetapan 5 Juni sebagai hari lingkungan hidup bermula dari awal United Nations Conference on the Human Environment (5 – 16 Juni 1972).  Sejak saat itulah rutin dirayakan hari lingkungan hidup sedunia.

Tema dan tuan rumah negara (host) dilakukan secara bergiliran. Pemilihan negara sebagai tuan rumah disesuaikan dengan tema yang diangkat.

Tahun 2013 ini bertema Eat, Think, Save dengan host adalah Mongolia. Tema ini lebih menekankan pada konsumsi pangan yang berkelanjutan (sustainable consumption).

Jabaran dari tema tersebut adalah think before you eat and save the environment.  Pada intinya adalah berupa persuasi untuk mengkonsumsi bahan pangan yang memang dibutuhkan seperlunya kuantitasnya dengan menghindari pembuangan bahan pangan tersebut, demi menjaga kelestarian lingkungan.

Pelestarian lingkungan dalam rangka sustainable consumption ini diartikan sebagai pemanfaatan bahan pangan sesuai kebutuhan, sehingga meminimalisir atau menghindari produk pangan yang tidak dikonsumsi menjadi makanan sisa. Padahal makanan tersebut masih utuh, maknanya masih layak untuk dikonsumsi.

Tahun 2012, Brazil menjadi host perayaan hari lingkungan hidup dengan mengusung tema Green Economy: Does it include you. Brazil dengan total area 8,5 juta km2 berpenduduk sekitar 200 juta jiwa, merupakan negara kelima dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.  

Belakangan ini, Brasil telah melakukan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengatasi deforestasi wilayah Amazon melalui penegakan peraturan secara ketat dan pemantauan secara rutin.  Brasil dinyatakan sebagai salah satu negara yang sukses mengurangi emisi karbon dalam volume yang besar, sebagai wujud dari capaian pengurangan kecepatan deforestasi (pengurangan hutan).

Menurut UNEP (2012) Brazil juga diakui sebagai negara yang mendasarkan pertumbuhan ekonominya kepada green economy.  Hal ini karena Brazil adalah sebagai negara yang terdepan dalam meniti pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan eradisi kemiskinan (poverty).

Selain itu negeri yang masyhur dengan sepak bola ini, juga sukses menerapkan konsep recycling, energi berkelanjutan (renewable energy), dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan (green jobs).

Industri recycling negeri ini menciptakan US $ 2 milyar / tahun, dan memangkas gas rumah kaca hingga 10 juta ton / tahun (UNEP, 2012).

Dalam produksi ethanol, negeri ini juga menjadi penghasil utama, yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.  Penggunaan sumberdaya alam dapat pulih lainnya seperti tenaga angin (wind power), tenaga surya (solar heating systems) juga terus digalakkan.

Dengan penggunaan ethanol produksi negeri sendiri secara berkelanjutan dari tanaman, sebagai bahan bakar, menghantarkan Brazil sebagai negeri yang bebas dari hantaman krisis minyak global.

Dengan karakteristik alam tropis yang sama, seyogyanya negeri kita mempelajari dan menerapkan kisah keberhasilan Brazil dalam membangunan kemandiran energi terbarukan berbasis sumberdaya alam hayati dan non hayati terbarukan.

Tahun 2011 dengan tema Forests-Nature At Your Service, India sebagai host-nya.  Mengingat 1/3 dari penutupan lahan di bumi ini berupa hutan  yang memainkan peran dan jasa yang signifikan, sehingga planet bumi ini menjadi dapat dihuni oleh beraneka ragam makhluk hidup.  

Sekitar 1,6 milyar manusia menggantungkan hidupnya pada hutan.  Selain itu, hutan tidak hanya sebagai pemasok oksigen, juga sebagai penyerap karbon (carbon sink), yang sangat vital berperan dalam memerangi peningkatan gas-gas berefek rumah kaca.

Pada tahun 2010, Rwanda dengan karakter keanekaragaman hayati yang luar biasa bertindak sebagai host, mengangkat tema Many Species, One Planet, One Future.

Tema Hari Lingkungan Hidup yang kita usung di Indonesia pada tahun 2013 ini adalah "Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan".

Tema ini  ditujukan untuk mengilustrasikan dan membuka kesadaran masyarakat tentang perlunya mempertimbangkan dan mempraktikan pemanfaatan bahan pangan dan sumberdaya alam secara arif dan bijaksana.

KLH sebagai penyelanggara hari lingkungan hidup (5 Juni 2013) di negeri kita menggelar Pekan Lingkungan Indonesia ke-17 yang diselenggarakan bersamaan dengan Pameran CSR yang ke-5 dan Pameran Teknologi terbarukan yang ke-3, bertempat di JCC (30 Mei – 2 Juni 2013).

*) Hefni Effendi adalah Sekretaris Eksekutif PPLH-IPB dan
Dosen pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB.






:

COPYRIGHT © ANTARA 2026