Tangerang (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 15 penerbangan tujuan Timur Tengah (Timteng) kembali dibatalkan pada Selasa, setelah terjadinya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
"Berdasarkan pelaporan data operasional hingga pukul 07.00 WIB pada 3 Maret 2026 tercatat 15 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan," kata Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap di Tangerang, Selasa.Ia menjelaskan15 penerbangan dengan tujuan negara Timur Tengah itu untuk rute Abu Dhabi (AUH); Etihad Airways EY472, Etihad Airways EY473.
Kemudian, rute Doha (DOH); Qatar Airways QR956, Qatar Airways QR954, Qatar Airways QR955, Qatar Airways QR957, Garuda Indonesia GA900.
Selanjutnya, rute Dubai (DXB); Emirates EK356, Emirates EK358, Emirates EK357, Emirates EK359.
"Dan rute Jeddah (JED); Saudia Airlines SV822, Saudia Airlines SV823, rute Muscat (MCT); Oman Air WY850, Oman Air WY849," ungkapnya.
Dia menyatakan, jumlah pembatalan penerbangan pada hari keempat tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 18 penerbangan.
"Secara kumulatif, sejak 28 Februari 2026 hingga hari keempat ini, total 60 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dibatalkan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa dengan masih adanya pembatalan ini pengendalian operasional terus dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai, AirNav Indonesia serta otorita terkait guna memastikan stabilitas operasional tetap optimal.
Baca juga: 109 penerbangan Rusia dan Timur Tengah dibatalkan
Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta juga memastikan aktivitas operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari keempat tetap berjalan dengan normal dan terkendali.
Layanan di seluruh terminal, baik keberangkatan maupun kedatangan, tetap beroperasi sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang berlaku, tanpa berdampak pada penerbangan domestik serta rute internasional di luar kawasan terdampak.
"Manajemen bandara terus memastikan langkah service recovery berjalan optimal bagi penumpang terdampak, termasuk fasilitasi koordinasi dengan maskapai dalam proses penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai ketentuan masing-masing maskapai," paparnya.
Dalam hal ini, Pihaknya mengimbau calon penumpang untuk secara proaktif memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara guna memastikan kelancaran perjalanan.
"Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan Contact Center Bandara Soekarno-Hatta di nomor 172," kata dia.
Pemerintah UEA sendiri telah memastikan dukungan logistik dan akomodasi bagi para visitor, sementara perwakilan RI memastikan aspek perlindungan, komunikasi, dan solusi perjalanan bagi WNI berjalan optimal.
“KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus mengimbau WNI di wilayah kerja masing-masing untuk memantau perkembangan resmi, menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan RI, serta memprioritaskan keselamatan pribadi hingga penerbangan kembali beroperasi normal,” kata Judha.
Baca juga: Dampak penutupan ruang udara, lima penerbangan dari Bali dibatalkan
Ia berharap langkah-langkah terkoordinasi ini akan mampu memastikan seluruh WNI yang saat ini masih berada di UEA dapat segera melanjutkan perjalanan atau kembali ke Tanah Air atau tujuannya dengan aman dan tertib, seiring dengan membaiknya situasi dan dibukanya kembali akses penerbangan secara penuh.
Di sisi lain, otoritas Abu Dhabi menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi para visitor internasional.
Melalui surat edaran resmi dari Department of Culture and Tourism Abu Dhabi kepada seluruh operator hotel, pemerintah setempat menginstruksikan agar masa inap visitor yang tidak dapat melanjutkan perjalanan diperpanjang. Pemerintah UEA menegaskan akan menanggung biaya tambahan malam menginap tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya terkoordinasi untuk memastikan tidak ada visitor yang terlantar tanpa akomodasi.
Kebijakan tersebut sekaligus mencerminkan kesigapan otoritas UEA dalam menjaga reputasi negara sebagai pusat konektivitas global yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengunjungnya.
Situasi di Abu Dhabi dan kawasan Teluk masih tegang akibat serangan balasan dari Iran yang menyasar beberapa negara Teluk Arab.
Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar berhasil dicegat oleh pertahanan udara UEA, namun serpihannya yang jatuh ke tanah sempat menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di lingkungan sipil.
Selain itu, dampak lainnya antara lain sejumlah maskapai internasional seperti Etihad Airways, milik pemerintah Abu Dhabi, menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab hingga setidaknya 4 Maret 2026 meski beberapa di antara rute sudah mulai dibuka.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI juga terus mengimbau seluruh WNI di wilayah Teluk untuk tetap waspada, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat guna memastikan keselamatan selama periode ketidakpastian ini.
Baca juga: UEA klaim cegat 506 drone Iran, Bahrain gagalkan 95 serangan
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026