Depok (ANTARA) - Tiga mahasiswa Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih Grand Prix Winner dalam ajang II International Student and Young Scientist Project Competition | Smart City 2030: Sustainable Urban Development Management in BRICS Countries.

Tim yang menamakan diri Dukuh Atas Mobility Team ini terdiri atas Rr. Adinda Shafa Salsabila,
Aulia Finti Alda, dan Sherly Nandya Putri, mahasiswa PWK FTUI angkatan 2024.

“Penelitian kami menilai kualitas konektivitas jalur perpindahan, kenyamanan, keamanan, serta
efisiensi waktu transfer," kata Adinda Shafa Salsabila di Kampus UI Depok, Kamis.

Ia mengatakan dari sisi kelembagaan, kami mengkaji koordinasi antar-operator, termasuk Integrasi tarif dan jadwal layanan.

Melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pemangku kepentingan, kami mengidentifikasi akar permasalahan sekaligus merumuskan strategi peningkatan, baik melalui penguatan fasilitas transfer dan pengembangan hub terpusat, maupun sistem koordinasi terpadu untuk mendukung integrasi transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dekan FTUI Kemas Ridwan Kurniawan menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa ini.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FTUI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan inovatif dan solutif yang relevan dengan tantangan global, khususnya dalam pembangunan kota berkelanjutan," katanya.

"Keberhasilan Dukuh Atas Mobility Team menunjukkan komitmen kami dalam mendorong riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi FTUI sebagai institusi pendidikan teknik yang berdaya saing internasional,” ujarnya.

Kompetisi Smart City 2030 bertujuan mendorong mahasiswa, peneliti muda, dan ilmuwan untuk mengembangkan proyek inovatif dalam pengelolaan pembangunan kota berkelanjutan di negara-negara BRICS menuju tahun 2030.

Kompetisi internasional ini diselenggarakan oleh Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University (Rusia) bekerja sama dengan Lovely Professional University (India) dan diikuti oleh peserta dari enam negara.

Mereka berhasil mengungguli lebih dari 49 peserta dalam kategori Energy and Transport Infrastructure.

Dalam kompetisi tersebut, tim dibimbing oleh Prof. Antony Sihombing, Guru Besar FTUI sekaligus Ketua Program Studi PWK FTUI dengan mengusung proyek berjudul “Dukuh Atas TOD Towards Seamless Mobility Physical and Institutional Integration for Optimizing Intermodal Transfer”

Tim mengangkat isu transformasi mobilitas Jakarta dari kota yang berorientasi pada kendaraan pribadi menuju sistem transportasi publik dan mobilitas non-kendaraan bermotor yang lebih terintegrasi.

Dukuh Atas dipilih sebagai studi kasus karena merupakan salah satu kawasan perintis penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di Indonesia, dengan integrasi moda MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta. 



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026