Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menilai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berperan penting dalam pengelolaan energi berbasis komunitas.
Hal ini mengacu pada salah satu langkah mewujudkan ketahanan energi Indonesia melalui inisiatif pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) yang dilengkapi dengan 320 gigawatt hour (GWh) sistem penyimpanan energi, di mana pengelolaannya akan dilakukan oleh 80 ribu Kopdes Merah Putih.
“Peran Koperasi Desa Merah Putih menjadi sangat penting dalam pengolahan energi berbasis komunitas. Dengan pendekatan ini, manfaat ekonomi dapat berputar di tingkat desa dan memperkuat pembangunan dari bawah,” kata Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kemenko Perekonomian Sunandar di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, program PLTS 100 GW bukan sekadar tentang menambah kapasitas pembangkit listrik, tapi juga merupakan upaya membangun sistem energi yang lebih bersih, lebih tangguh, dan lebih merata.
Baca juga: Menkop Ferry sebut keberadaan ritel modern di desa perlu diatur
Baca juga: DPR: Pengadaan kendaraan Kopdes Merah Putih akan berdampak ke industri
Lebih lanjut, Sunandar mengatakan inisiatif ini diharapkan agar rantai pasok PLTS dapat berkembang di dalam negeri sejalan dengan upaya transisi energi hijau nasional.
Program tersebut, lanjut dia, harus membawa manfaat bagi masyarakat dengan penyediaan energi yang mampu mendukung kegiatan ekonomi desa dari pengolahan hasil pertanian, perikanan, usaha kecil, hingga layanan digital.
“Dengan energi yang andal, produktivitas akan meningkat” ujar Sunandar.
Ia menilai, sistem ini juga sangat cocok digunakan di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang beragam.
Selain itu, program ini sekaligus diharapkan mampu membuka peluang besar bagi industri dalam negeri.
“PLTS skala 100 GW menciptakan kepastian pasar untuk menarik investasi manufaktur panas surya dan komponen pendukungnya,” kata Sunandar.
“Kita ingin mendorong agar rantai pasok PLTS dapat berkembang di dalam negeri,sehingga transisi energi juga sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional,” ujarnya menambahkan.
Pewarta: Arnidhya Nur ZhafiraEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026