Jakarta (ANTARA) - Banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat hujan berintensitas tinggi dalam dua hari terakhir, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan banjir melanda beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (22/2).
Peristiwa yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat pada pukul 14.00 Wita itu menyebabkan 182 Kepala Keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak. Namun tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Abdul menyampaikan tim petugas gabungan masih melakukan pendataan dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi bahaya banjir susulan.
Baca juga: Banjir akibat luapan sungai rendam pemukiman di lereng Gunung Tambora NTB
Baca juga: Banjir lanjda tiga kecamatan di Lombok Barat
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini potensi banjir rob setinggi 2 meter di NTB
Sehari sebelumnya pada Sabtu (21/2) banjir juga melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu genangan yang berdampak pada 241 KK atau 845 jiwa, serta menyebabkan satu keluarga mengungsi sementara.
BPBD Kabupaten Bima mencatat kerugian material berupa satu unit rumah rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar, yang turut terkena dampak banjir.
Pada Minggu (22/2) malam genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tercatat setinggi 10 - 70 centimeter, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu banjir susulan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026