Tanjungpinang (ANTARA) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyalurkan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp35 juta untuk korban bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UMRAH Profesor Agung Dhamar Syakti kepada Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Provinsi Aceh Profesor Ishak Hasan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Jakarta, Senin (5/1).
"Dana kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas yang terkumpul dari sivitas akademika UMRAH, yang merasa prihatin atas musibah bencana alam tersebut," kata Rektor UMRAH di Tanjungpinang, Selasa.
Baca juga: Sambu Group salurkan bantuan Rp500 Juta untuk korban bencana di Sumatera
Rektor Agung menyebut rasa kemanusiaan yang menggerakkan seluruh elemen kampus untuk bahu-membahu menggalang dana melalui Tim Peduli Bencana UMRAH. Gerakan solidaritas ini merupakan manifestasi nyata dari nilai “Satu Gurindam” yang dipegang teguh kampus UMRAH.
"Hal ini juga menjadi implementasi dari salah satu bait karya Gurindam 12, yakni hendaklah berjasa kepada yang sebangsa," ucapnya.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMRAH Doktor Suryadi mengapresiasi seluruh keluarga besar UMRAH, baik mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), maupun dosen, yang sudah menyalurkan bantuan bencana Sumatera melalui Tim Peduli Bencana UMRAH.
Suryadi berharap donasi yang terkumpul dapat menjadi amal kebaikan dan meringankan beban para korban bencana.
Baca juga: TNI AU kerahkan helikopter antar bantuan logistik ke desa Jamu Konyel Aceh Tengah
“Mudah-mudahan semua infak yang diberikan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, serta memberikan kebaikan bagi sivitas akademika UMRAH yang turut berdonasi sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita,” ujar Suryadi.
Lebih lanjut ia menyampaikan penyaluran dana sebesar Rp35 juta ini merupakan tahap awal. Pihaknya memastikan Tim Peduli Bencana UMRAH masih terus membuka kesempatan berdonasi.
Menurut dia, fase pemulihan setelah bencana justru merupakan masa yang krusial, sehingga bantuan berkelanjutan sangat diperlukan.
“Rekening donasi akan dibuka terus karena penanganan pascabencana jauh lebih krusial. Perhatian, tali asih, dan bantuan, masih sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera,” ucap Suryadi.
Pewarta: OgenUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026