Jakarta (ANTARA) - Sejumlah tokoh dan pengamat menilai saat ini tidak mudah menjadi petugas humas atau jurubicara Polri.
"Terlalu banyak noise yang mengaburkan voice," kata Dr. Devie Rahmawati, pengamat sosial dan dosen Universitas Indonesia dalam Dialog Kebangsaan menyambut HUT ke-74 Humas Polri, di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025) siang.
Pada dialog bertajuk "Transformasi Polri Dalam Perspektif Perubahan Menuju Polri yang Tangguh Dalam Menghadapi Tantangan Sosial Politik" itu, Devie mengingatkan jumlah peredaran gawai di tanah air mencapai 360 juta dibanding jumlah penduduk sekitar 270 juta.
engan kondisi ini maka betul-betul sulit bagi Divisi Humas Polri mengarahkan narasi publik.
Mantan Wakil Kapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna mengingatkan semua anggota Polri perlu menyadari bahwa mereka semua adalah simbol komunikasi publik Polri.
Oleh karena itu, katanya, setiap anggota Polri perlu menjaga trust atau kepercayaan masyarakat, dengan sikap jujur dan berintegritas.
"Dengan sikap jujur dan berintegritas sebenarnya Polri telah melakukan reformasi kultural dan struktural," kata Nanan.
Namun tanpa dukungan institusi lain, Nanan mengingatkan reformasi Polri tidak akan berarti apa-apa untuk pengembangan demokrasi.
Senada dengan Nanan, mantan Kapuspen Polri Komjen Pol (Purn) Didi Widayadi mengingatkan jajaran Humas Polri mengenai tuntutan masyarakat untuk lebih menjadi sipil, yaitu mengedepankan pelayanan dan menjadi bagian dari masyarakat.
Sebelumnya aktivis HAM Usman Hamid juga meminta institusi-institusi kenegaraan lainnya untuk melakukan reformasi sebagaimana yang dilakukan Polri, karena yang dibutuhkan adalah perubahan oleh semua unsur kenegaraan termasuk partai politik dan DPR.
Sejarahwan muda Dr. Laurenzo Yauwerissa mengajak semua anggota Polri untuk meneladani Jenderal (Purn) Polri M. Jasin yang mengambil posisi tegas bahwa polisi istimewa adalah Polisi RI, dan dia bisa berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat. Artinya, mengedepankan kepentingan negara di atas segalanya.
"Kesediaan berkorban ini yang harus dikedepankan," tutur Laurenzo.
