Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu buatan tahun 2018 dan baru dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018 sehingga statusnya dinyatakan laik operasi.
Pangkalpinang (Antaranews Megapolitan) - Pesawat Lion Air dengan nomor penenerbangan JT 610 dengan rute Cengkareng menuju Pangkalpinang yang hilang kontak pada Senin pagi mengangkut penumpang sebanyak 178 orang.

Dalam surat elektronik yang diterima Antara di Pangkalpinang, Senin, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat itu juga bermuatan satu penumang anak-anak, dua bayi, termasuk tiga pramugari yang sedang pelatihan dan satu teknisi.

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan setelah 13 menit mengudara usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu buatan tahun 2018 dan baru dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018 sehingga statusnya dinyatakan laik operasi.

Pesawat dikomandoi Capt Bhavye Suneja dengan copilot Harvino itu diisi enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Kapten pilot pesawat tersebut sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

Pihaknya merasa sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan akan berkerja sama dengan instansi terkait dan semua pihak sehubungan dengan peristiwa itu.

Editor beita: B. Suyanto

Pewarta: Irwan Arfa
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026