Mentan-Pantau-Harga-Cabai-Di-BogorBogor, 24/3 (Antara) - Menteri Pertanian Suswono memantau harga cabai dan produk hortikultura lain dalam kunjungan kerja di wilayah Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Mentan mengawali kunjungannya pukukl 13.00 WIB ke petani di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dengan mendatangi salah satu petani hortikultura, dan memastikan produksi pertanian berjalan baik.
Usai dari Caringin, sore harinya Mentan melanjutkan kunjungan ke Pasar Induk Jambu Dua, Kota Bogor.
Suswono juga menyempatkan menanyai sejumlah pedagang daging, ayam, dan cabai terkait harga.
"Harga cabai saat ini memang bervariasi di lihat dari jenisnya, beberapa ada yang sudah turun harganya, tapi ada yang masih mahal seperti di Pasar Induk Jambu Dua harga cabai rawit merah masih tinggi," katanya.
Ia mengatakan, beberapa harga cabai yang sudah turun seperti cabai merah besar saat ini dijual Rp20.000 per kilogram, cabai hijau besar Rp18.000 per kilogram, cabai rawit Rp16.000 per kilogram.
"Memang untuk daerah seperti di Jawa Barat ini harga yang cukup tinggi cabai rawit merah, karena konsumsi komoditas ini yang dominan di sini," katanya.
Selain harga cabai, harga bawang juga sudah relatif turun, seperti harga bawang putih yang sudah di level Rp28.000 per kilogram.
"Dilihat di pasar ini harga bawang merah masih tinggi, yakni Rp42.000 per kilogram," katanya.
Ia mengatakan, kalau dilihat dari sisi petani sistem kenaikan harga tersebut masih dapat menikmati keuntungan, namun yang menikmati dari tingkat pedagang atau tengkulak.
"Kalau dari segi pertanian, produksi tidak ada kendala, suplai tidak berkurang," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolhan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan Muhammad Yasid Taufik mengatakan, harga jual cabai di pasaran tergolong normal.
"Hasil monitor yang kita lakukan harga cabai normal, tidak ada lonjakan yang signifikan," katanya.
Laily R
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.