Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta Kementerian Kesehatan agar tidak hanya fokus pada tambahan anggaran, tetapi juga memastikan layanan primer, pencegahan penyakit, serta program quick win Presiden Prabowo dapat berjalan optimal.
"Tambahan anggaran harus benar-benar mencerminkan komitmen mempercepat transformasi kesehatan nasional," kata Netty dalam rapat bersama Kementerian Kesehatan di Jakarta.
Dia menyoroti rendahnya realisasi belanja barang Kemenkes yang baru 30,9 persen dari Rp51,7 triliun.
“Imunisasi dasar lengkap baru 42,6 persen dan notifikasi TBC baru 47 persen. Bagaimana strategi Kemenkes memastikan keterlambatan realisasi anggaran tidak mengganggu pengadaan vaksin, obat, dan alkes yang fundamental bagi layanan primer," kata Netty dalam rapat bersama Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis.
Masih banyak penyesuaian yang dilakukan Kemenkes di lapangan, sehingga pihaknya perlu tahu cara Kemenkes membagi prioritas antara penyuksesan program quick win dengan program jangka panjang transformasi kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta persetukuan DPR untuk penambahan anggaran sebesar Rp17 triliun.
"Untuk anggaran 2026 yang sudah disetujui sekitar Rp128 triliun, sekitar Rp114 triliun di pusat dan Rp14 triliun di DAK fisik. Kami akan minta tambahan Rp17 triliun lagi, sehingga totalnya nanti akan menjadi Rp145 triliun," kata Budi.
Pewarta: Mecca Yumna Ning PrisieEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.