Depok (ANTARA) - Peneliti Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Agus Mulyanto berhasil mengembangkan metode inspeksi kerusakan permukaan jalan berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam disertasinya yang berjudul “Development of a Road Depression Inspection Method Based on Deep Learning and Three-Dimensional Geometric Analysis Using a Binocular Stereo Vision Camera”, Agus mengintegrasikan teknologi deep learning, analisis geometri tiga dimensi, dan binocular stereo vision camera untuk mengidentifikasi serta mengukur depresi atau penurunan permukaan jalan secara otomatis.
“Saya berharap penelitian ini dapat menjadi salah satu kontribusi dalam pengembangan teknologi inspeksi jalan yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan analisis tiga dimensi. Harapannya, pendekatan ini dapat mendukung proses pemeliharaan infrastruktur yang lebih efektif serta memberikan manfaat bagi pengembangan sistem transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Agus Mulyanto di Kampus UI Depok, Selasa.
Baca juga: Mahasiswa UI kembangkan platform persiapan TOEFL ITP berbasis AI
Sebagai bentuk kemutakhiran, sistem yang Agus kembangkan mampu memperoleh informasi kedalaman permukaan jalan sehingga menghasilkan identifikasi kerusakan yang lebih akurat.
Selain itu penggunaan kamera binocular stereo vision memungkinkan sistem merekonstruksi bentuk permukaan jalan dalam model tiga dimensi. Karakteristik geometris permukaan jalan pun dapat dipahami setelah semua informasi diintegrasikan dengan AI.
Pendekatan ini meningkatkan objektivitas hasil inspeksi, sekaligus mengurangi potensi kesalahan yang sering terjadi pada pemeriksaan konvensional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis AI dan analisis tiga dimensi memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi sistem pemeliharaan infrastruktur jalan di Indonesia.
Baca juga: Vokasi UI jajaki kerja sama AI dan industri kreatif dengan China
Inovasi teknologi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan oleh pemangku kebijakan, pengelola jalan, hingga industri transportasi dalam memantau kondisi jalan secara cepat, mempercepat identifikasi kerusakan, serta membantu penyusunan prioritas pemeliharaan berdasarkan data yang ada.
Penelitian ini kian menegaskan komitmen UI mewadahi sumbangsih pemikiran akademisi dalam menghadirkan inovasi pemanfaatan teknologi digital yang solutif terhadap tantangan pembangunan nasional.
Harapannya, penelitian yang mengimplementasikan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan ini tidak sekadar meningkatkan efisiensi proses inspeksi, tetapi juga mampu mendukung terciptanya infrastruktur transportasi yang lebih aman, andal, berkelanjutan, sekaligus mempercepat transformasi digital sektor transportasi di Indonesia.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.