Jakarta (ANTARA) - FIFA menetapkan harga tiket Piala Dunia 2026 dibanderol mulai dari 60 dolar AS (Rp986 ribu) untuk laga fase grup, hingga 6.730 dolar (Rp110,6 juta) untuk final.
Namun, harga tersebut masih bisa berubah lebih murah atau lebih mahal karena penerapan mekanisme harga dinamis sesuai dengan banyaknya permintaan pasar.
Kebijakan ini menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia, mengikuti model serupa pada Piala Dunia Antarklub 2025 di mana harga tiket semifinal antara Chelsea dan Fluminense turun drastis dari 473,90 dolar (Rp778 ribu) menjadi 13,40 dolar (Rp220 ribu).
Chief Operating Officer Piala Dunia 2026 Heimo Schirgi menekankan pentingnya membeli tiket lebih awal, terutama bagi suporter tuan rumah yang sudah mengetahui jadwal timnya.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menjelaskan sistem ini memungkinkan harga tiket naik dan turun, dengan tujuan utama menjaga stadion tetap penuh sekaligus memberi kesempatan lebih banyak orang untuk hadir.
Turnamen edisi 2026 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di 16 kota di AS, Meksiko, dan Kanada. Format juga berubah menjadi 48 negara peserta dengan total 104 pertandingan, naik dari 32 negara dan 64 laga pada edisi sebelumnya.
Penjualan tiket fase pertama dibuka khusus untuk pemegang kartu Visa mulai 10 hingga 19 September, dengan pembeli terpilih mendapat slot waktu mulai 1 Oktober.
Pewarta: Aditya RamadhanEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026