Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor menjadikan sosok almarhum H Usa, ulama sekaligus pejuang kemerdekaan asal Ciseeng, sebagai teladan dalam memperkuat ukhuwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal itu tercermin dalam kegiatan Istighosah dan Silaturahmi putaran ke-10 yang digelar PCNU bersama MWCNU Kecamatan Ciseeng dan warga setempat di Majelis Ta’lim Darul Mustofa, Desa Cibenteng Muara, Senin malam.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, mengatakan perjumpaan warga Nahdliyin ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk meneladani jasa tokoh lokal yang berjuang demi agama dan bangsa. 

“Kami berharap semangat ukhuwah ini dilaksanakan istiqomah di semua tingkatan NU, karena teladan dari para ulama pejuang seperti H Usa harus terus kita hidupkan,” ujarnya.

Kegiatan istighosah tersebut juga diisi dengan doa dan hadiah fatihah untuk H Usa yang dikenal bukan hanya sebagai guru ngaji, tetapi juga sebagai dermawan yang mewakafkan sebagian besar hartanya untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan masjid dan pemakaman umum.

Selain berkiprah di bidang sosial-keagamaan, H Usa mendukung perjuangan melawan penjajah Belanda dengan mendanai logistik pejuang. Perannya akhirnya membuat ia ditangkap dan disiksa hingga wafat sekitar tahun 1940-an. Jenazahnya dimakamkan di Kampung Babakan Sabrang, sementara namanya kini diabadikan sebagai jalan utama di Kecamatan Ciseeng.

Hingga kini, masyarakat masih rutin menggelar istighosah setiap Agustus untuk mengenang jasa H Usa.

Gus Abdul Somad menegaskan, kehadiran NU di tengah masyarakat harus mewarisi semangat keikhlasan para ulama pejuang. 

“Dalam konteks HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, warga Nahdliyin diingatkan untuk menghormati jasa para pendahulu dan memperkuat kebersamaan sebagai penopang agenda pengabdian NU,” ungkapnya.

Kegiatan di Ciseeng dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh agama, camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jamaah majelis ta’lim, yang menunjukkan penghormatan kolektif terhadap warisan perjuangan ulama lokal.




 



Pewarta: ANTARA
Editor : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026