Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merencanakan melakukan revitalisasi Pasar Bojong di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, usai terbakar pada Selasa (20/5) malam.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengaku pemerintah daerah merencanakan revitalisasi total Pasar Bojong dengan konsep modern, tertib dan layak meski belum diketahui kapan rencana itu bisa direalisasikan, termasuk aspek pendanaan yang digunakan.
"Insyaallah pasar ini akan dibangun lebih baik. Soal pembiayaan nanti kami bahas, yang penting pedagang tetap bisa usaha dan tidak kehilangan mata pencaharian," katanya saat meninjau puing Pasar Bojong, Rabu.
Dirinya tidak menjelaskan secara lebih detail menyangkut solusi pengelolaan jangka panjang pasar usai kebakaran, namun menegaskan fokus pemerintah daerah saat ini yakni pembersihan puing serta penataan area terdampak.
"Kami fokus dahulu pada pembersihan puing dan penataan area terdampak. Pedagang harus tetap bisa berjualan meski dalam kondisi darurat," katanya.
Kebakaran hebat melanda pasar tersebut Selasa pukul 19.00 WIB hingga mengakibatkan 164 lapak pedagang hangus terbakar, yang terdiri atas 39 kios dan 125 los. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya melaporkan api seketika membesar lantaran banyak material mudah terbakar seperti kayu yang digunakan pedagang untuk mendirikan lapak.
"Setelah mendapatkan laporan, tim langsung terjun ke lokasi. Total ada tujuh armada mobil pemadam kebakaran dengan total 35 personel. Kami juga dibantu oleh lima unit mobil pemadam dari Kabupaten Karawang," katanya.
Selain material mudah terbakar, akses menuju lokasi pun sulit dijangkau karena berada pada ruas jalan yang cenderung sempit untuk dilalui truk pemadam kebakaran. Kerumunan warga pun turut menghambat proses pemadaman.
"Kendala tidak ada, hanya banyak masyarakat di sekitar lokasi dan yang harus disampaikan adalah kami mengimbau agar mereka menjauh dari area kebakaran demi keselamatan karena membahayakan," katanya.
Api kebakaran baru bisa dikendalikan pada Rabu pagi. Petugas gabungan terus berupaya membersihkan puing sambil memastikan api benar-benar padam secara total. Garis polisi juga sudah terpasang di area pasar.
Salah seorang pedagang Nur Afiah (40) mengatakan saat kejadian, dirinya sedang berada di rumah. Selepas menunaikan salat maghrib, dirinya mendapat panggilan telepon yang mengabarkan telah terjadi insiden pasar terbakar. Api turut juga menyambar kios sembako miliknya.
"Kios saya di tengah. Itu awalnya pas kejadian posisi saya di rumah, habis maghrib. Itu juga tahu di telepon. Sampai sini sudah hangus semua," ucapnya.
Menurut dia bahan-bahan mudah terbakar seperti sembako dan barang dagangan lain turut membuat api dengan cepat meluas ke seluruh bagian pasar. Ditambah dengan angin kencang pada saat kejadian yang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
"Angin kencang pas kejadian, jadi pas sampai sini setengah pasar sudah kebakaran. Kalau kerugian ada, tetapi pasti banyak juga yang lebih (parah) dari saya. Harapan ke depan supaya ada solusi," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026