Saya berharap, masalah hubungan industrial bisa diakomodasi ke dalam kurikulum pendidikan, misalnya teknik wawancara kerja, ini sangat diperlukan.Jakarta (Antara) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri berbagi ilmu hubungan industrial bersama siswa-siswi di Depok, Jumat agar mereka paham mengenai hak dan kewajiban mereka saat masuk dunia kerja kelak.
"Kegiatan seperti ini sudah dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan selama tiga tahun di 32 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 5000 pelajar," kata Hanif.
"Saya berharap, masalah hubungan industrial bisa diakomodasi ke dalam kurikulum pendidikan, misalnya teknik wawancara kerja, ini sangat diperlukan," ucap Hanif.
Pada kesempatan tersebut, Menaker Hanif menekankan bahwa dunia berubah sangat cepat sehingga calon pekerja harus bisa beradaptasi.
Hanif juga mengimbau agar para pelajar responsif terhadap perubahan.
Hanif mengatakan sebanyak 65 persen pekerjaan di masa yang akan datang adalah pekerjaan yang tidak dikenal di masa kini.
"Ada yang namanya bekerja tapi tidak punya pekerjaan, misalnya youtuber. Mereka melakukan pekerjaan tetapi jabatan pekerjaannya tidak ada. Ini adalah hal yang baru. Untuk itu harus bersiap-siap menghadapi perubahan dengan cara meningkatkan skill sesuai bakat dan minat," tukas Hanif.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Ainun Sa'adah mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi para pelajar tingkat akhir supaya lebih siap masuk dunia kerja.
"Saya mendapat pengetahuan tentang upah minimum serta hak & kewajiban pekerja saat bekerja. Ini akan menjadi bekal yang sangat berharga, saya jadi termotivasi dan lebih siap masuk ke dunia kerja," kata dia.
Pewarta: Aubrey Kandelila FananiEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.