Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Diduga tidak kuat menanjak, truk bernomor polisi BE 8241 AAU yang mengangkut udang jenis Vaname terguling di Tanjakan Baeud, Kampung Baeud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada, Minggu, (2/3).
"Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tunggal di Desa/Kecamatan Warungkiara ini. Pengemudi truk bernama Adi Prasetiawan (33) hanya mengalami luka lecet atau ringan dan tidak perlu tindakan medis," kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi Iptu M Yanuar Fajar di Sukabumi, Minggu.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kecelakaan tunggal ini berawal saat truk bermuatan udang yang dikemudikan oleh pemuda Desa Toto Harjo, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Lampung melaju dari arah Palabuhanratu menuju Sukabumi.
Saat tiba di Tanjakan Baeud, sopir mengerahkan upayanya sehingga truk mampu mendaki tetapi akhirnya mundur kembali dan terguling ke sebelah kiri jalan. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan lain di belakang truk tersebut.
Baca juga: Sopir truk ditetapkan jadi tersangka kecelakaan tewaskan empat wisatawan
Baca juga: Satlantas Polres Sukabumi belum tetapkan tersangka kecelakaan tewaskan empat wisatawan
Baca juga: Ini penyebab truk bermuatan kayu seruduk enam kios di Sukabumi
Akibat kejadian itu, muatan udang yang berada dalam bak truk tumpah ruah dan menutupi jalan yang mengakibatkan kendaraan dari arah Palabuhanratu tersendat.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung mendekati truk dan memberikan pertolongan kepada sopir serta membantu mengemas kembali udang yang tumpah ruah di jalan raya.
Yanuar mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan tunggal ini akibat truk yang tidak kuat menanjak. Diduga sopir kurang mengenal medan jalan yang jika dari arah Palabuhanratu kondisinya menanjak dan menikung serta aspal yang miring.
Di sisi lain, apakah truk tidak mampu menanjak akibat kelebihan muatan atau faktor mesin yang kurang baik, masih dalam penyelidikan pihak Satlantas Polres Sukabumi. Kerugian materi akibat kecelakaan ini sekitar Rp5 juta.