pt-kai-ubah-pola-operasi-kereta-apiBogor, 13/11 (ANTARA) - PT KAI mengubah pola operasi kereta api ekonomi jarak jauh di Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta khususnya di Stasiun Tanah Abang mulai 1 Januari 2013.
"Nantinya, Stasiun Tanahabang hanya akan melayani Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Lokal Barat terhitung mulai 1 Januari 2013," kata Kepala Humas PT KAI (Persero) - Daop 1 Jakarta Mateta Rijalulhaq melalui siaran pers yang dikirim kepada ANTARA, Selasa.
Mateta menjelaskan, perubahan pola operasi tersebut di antaranya perpindahan pemberangkatan kereta api ekonomi jarak jauh dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Pasar Senen dan Tanjung Priok.
Kereta yang mengalami perpindahan keberangkatan diantaranya KA 133/134 (KA Kutojaya) semulai berangkat di Stasiun Tanah Abang akan dipindah ke Stasiun Pasar Senen sehingga menjadi relasi Pasar Senen-Kutoarjo PP.
Kereta berikutnya KA 125/126 (KA Bengawan) dan KA 117/118 atau KA Brantas akan dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Tanjung Priok.
"Sehingga relasinya menjadi Tanjung Priok-Solo PP untuk KA Bengawan dan Tanjung Priok-Kediri untuk KA Brantas," ujar Mateta.
Lebih lanjut Mateta menyebutkan, perubahan pola operasi kereta api di Stasiun Tanah Abang berlaku mulai awal 2013. Stasiun tersebut tidak lagi melayani keberangkatan KA ekonomi jarak jauh yang selama ini ada.
"Selanjutnya Stasiun Tanah Abang hanya akan melayani penumpang commuter atau KRL dan KA Lokal Barat," katanya.
Menurut Mateta, alasan pemindahan tersebut dilakukan karena kepadatan frekuensi kereta api dan kepadatan penumpang di Stasiun Tanah Abang sudah melebihi kapasitas terutama di jam sibuk.
Sementara itu, infrastruktur di Stasiun Tanah Abang masih sangat terbatas dan sulit dilakukan pengembangan.
"Untuk mengurangi kepadatan ini demi untuk memberikan kenyamanan penumpang jarak jauh, maka penumpang KA ekonomi jarak jauh dipindah keberangkatannya. Selanjutnya, mengoptimalkan Stasiun Tanah Abang khusus untuk KA commuter line (CL) dan KA Lokal Barat.
Mateta menyebutkan, rencananya semua KA Lokal Barat yakni Rangkasjaya, Ekonomi Lokal, Merak Jaya dan KA Kali Malang akan berawal dan berakhir di Stasiun Tanah Abang.
Sehingga tidak ada lagi KA Lokal Barat menuju Stasiun Duri, Angke, Kampung Bandan, Jakartakota dan Pasar Senen.
"Dari sisi keamanan operasional kereta api akan lebih aman dan lancar," ujarnya.
Mateta mengatakan, pemindahan pola operasi di Stasiun Tanah Abang juga bertujuan untuk menjalankan amanah Peraturan Presiden nomor 83 tahun 2011. Dimana PT KAI mengemban tugas pada angkutan KRL Jabodetabek yang volume penumpangnya dinaikkan hingga tiga kali lipat paling lambat pada 2018.
"Artinya harus ada kenaikan frekuensi perjalanan menjadi tiga kali juga. Maksudnya, jalur lingkar yakni Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Pasarsenen dan Jatinegara, harus ditingkatkan frekuensinya," kata Mateta.
Mateta mengatakan, terkait Perpes tersebut, PT KAI (Persero) melakukan optimalisasi emplasemen stasiun Tanah Abang dan jalur lingkar Manggarai, Tanah Abang, Duri, Pasarsenen dan Jatinegara bagi operasional KRL serta optimalisasi emplasemen stasiun Tanah Abang untuk KA Lokal Barat.
Selain itu juga, lanjut Mateta, PT KAI melakukan penambahan daya Listrik Aliran Atas (LAA) serta menambah stasiun baru, seperti stasiun Bandengan, Mampang dan Roxy.
Sesuai amanah kedua dari Perpres nomor 83 tahun 2011 adalah dioperasikannya KA Bandara Soekarno Hatta (Basoeta) sebelum habis tahun 2014 dengan mengunakan jalur lingkar yaitu Manggarai-Tanahabang-Duri-Batuceper-Bandara.
Menurut Mateta, jalur lingkar nantinya akan menjadi jalur yang sangat padat dan stasiun Tanah Abang sebagai porosnya, sehingga stasiun Tanah Abang harus disiapkan sejak dini dan pengalihan KA jarak jauh dari Tanahabang ke stasiun lain adalah langkah awal dari pengembangan kereta api ke depan dalam mengemban amanah Perpres 83 tahun 2011 tersebut.
Mateta menambahkan, selain memindahan pemberangkatan KA dari Tanah Abang, PT KAI juga memberlakukan perjalanan langsung beberapa kereta di stasiun Pasar Senen khusunya kereta ekonomi jarak jauh dari stasiun Jakartakota yakni antara lain, Ka Gaya Baru Malam tujuan Surabaya, Tegal Arum tujuan Tegal, Serayu pagi dan serayu Malam tujuan Kroya.
"Nantinya kereta-kereta tersebut berjalan langsung di Stasiun Pasarsenen atau tidak berhenti," katanya.
Laily R
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.