nadia-terlacak-saat-tarik-atm
Bekasi, 4/11 (ANTARA) - Keberadaan Nadia Dwi Rachma (22) mahasiswa Trisakti yang hilang sejak Senin (24/10) dari rumahnya di Taman Galaxy Bekasi Selatan terlacak setelah dirinya menarik uang tunai di sebuah ATM di Kota Semarang dan aparat direktorat kriminal umum langsung bergerak kesana.

"Kita diberitahu awalnya dari situ dan pada Kamis usai maghrib (3/11) Dea dan mamanya saling berkirim pesan  singkat hingga terlacak oleh aparat kepolisian," kata Tri Wahyudadi orang tua Dea dirumahnya, Jumat.

Tri menyatakan rasa terimakasihnya atas kerja keras dari aparat kepolisian yang telah berhasil menemukan anaknya dalam keadaan selamat.

"Aparat bahkan sempat mengajak Dea makan-makan di Simpang Lima. Mereka sangat ramah," ujarnya.

Menurut pengakuan Dea, yang duduk disebelah orang tuanya, aparat kepolisian menemui dirinya ditempat kos Perumahan Green Wood Jalan Smarthouse No 9 Kalipancur, Manyaran,  Semarang, Jawa Tengah.

"Waktu itu datang beberapa orang polisi ketempat kos dan bicara dengan Satpam. Ketika mendengar percakapan saya keluar dan saat itulah seorang aparat Kompol Budi mendekati saya dan menanyakan kamu Dea kan," ujarnya.

Saat pergi dari rumah mahasiswi yang bercita-cita jadi akuntan itu menyatakan pikirannya buntu dan saat itulah terniat untuk kabur.

Diakuinya rencana kabur dari rumah itu telah terlintas sejak September 2011.

Upaya kabur itu bermula naik ojek dari rumah ke Kalimalang, naik mikrolet ke Cawang,  dilanjutkan taksi ke Gambir. Selanjutnya pada Senin (24/11) itu juga ia berangkat ke Semarang menggunakan kereta Argo Sendewo.

"Setiba di Semarang saya dijemput pemilik kos yang telah dihubungi sebelumnya melalui internet," ujarnya menambahkan bahwa ia berangkat seorang diri.

Di Semarang Dea mengaku lebih banyak mengurung diri di kamar dan tidak menonton TV hingga ia tidak tahu tentang maraknya pemberitaan tentang pelariannya itu.

Selama di Semarang itu ia mengganti nomor telepon genggamnya, mematikan blackberry messenger hingga menyulitkan aparat melacak keberadaannya.

Kini Dea telah berkumpul kembali dengan orangtuanya. Ia menyatakan akan lebih terbuka bila menghadapi persoalan.

Maswandi



:

COPYRIGHT © ANTARA 2026