Bogor Adem itu, Bogor yang aman, damai, enjoy dan menarik.Bogor (Antara Megapolitan) - Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Mirza Agus menggulirkan program kerja Bogor Adem dalam rangka menjaga kondusifitas di wilayah hukum Bogor, Jawa Barat.
"Bogor Adem itu, Bogor yang aman, damai, enjoy dan menarik," kata Mirza di sela-sela temu muka bersama insan media di wilayah Bogor, Jumat.
Ia mengatakan, Bogor aman dan damai sudah menjadi rutinitas tugas aparat TNI dan diketahui semua orang. Tetapi untuk Bogor enjoy dan menarik merupakan hal baru yang digunakan jajaran Korem 061/Suryakancana.
"Kami mencoba mendorong anggota Babinsa di wilayah untuk mengembangkan daerahnya menjadi menarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara," katanya.
Menurutnya, saat ini sektor pariwisata Indonesia bertumbuh pesat, menyumbang pendapatan daerah tertinggi dibanding sumber daya alam seperti batu bara, minyak bumi dan lainnya. Sebagai contoh daerah Dumai, Riau yang dulu menghasilkan minyak, kini harga minyak dunia merosot sehingga mempengaruhi PAD setempat.
"Tapi kalau pariwisata terus melonjak tajam, contoh di Sumatera Barat tempat pencanangan pariwisata di Indonesia. walau tidak termasuk 10 destinasi wisata terbaik, kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat terus meningkat," katanya.
Ia mengatakan, Bogor dapat belajar dari Bali, agar bisa menjadi 10 destinasi wisata terbaik di Indonesia. Bali walau juga kotor karena sampah, tetapi tetap disukai oleh wisatawan asing maupun lokal.
"Maka itu, kami mengajak Babinsa untuk menjaga lingkungannya, agar bersih dan menarik bagi wisatawan yang hendak berkunjung," katanya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, menjaga dan melestarikan budaya masyarakat sekitar seperti halnya Bali yang menjaga tradisi, jarang sekali ada yang berunjuk rasa di Pulau Dewata.
"Kita perlu belajar dari Bali, bagaimana meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan," katanya.
Mirza menambahkan, perlu ada beberapa trik yang disiapkan untuk membuat Kota Bogor menarik bagi wisatawan lokal maupun asing berkunjung.
Situasi Terkini
Terkait situasi terkini, Mirza mengatakan sebagai wilayah penyangga Ibu Kota, Bogor menjadi baromoter untuk situasi keamanan, yang membutuhkan kerjasama semua pihak untuk menciptakan kondusifitas.
Sesuai dengan araha Panglina TNI, lanjutnya adan enam ancaman yang akan selalu ada apabila masyarakat Indonesia tidak menguatkan Kebhinekaan yakni ancaman terorismen (kelompak garis keras), ancaman narkoba, penempatan 1.500 marinir Amerika di Darwin Australia yang berjarak 100 kilo meter dari NTT, dan FPDI yakni persatuan NATO yang melibatkan lima negara yakni Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru dan Inggris.
"Dengan adanya FPDI ini, apabila kita ribut dengan Singapura, maka kita akan berhadapan dengan lima negara anggota FPDI ini, jadi kita betul-betul harus menjaga hubungan baik," katanya.
Sementara itu, terkait keberadaan warga negara asing Tiongkok yang melakukan penanam cabai di perkebunan di Kecamatan Sukamakmur, menurut Mirza pihaknya telah berkoordinasi dengan Imigrasi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Imigrasi, kami juga menguatkan penjagaan di wilayah dengan mengintensifkan pengawasan anggota," katanya.
Menurut Mirza, ada kekhawatiran berlebih dari masyarakat dengan keberadaan WNA Tiongkok, secara data jumlahnya sekitar 10 ribu orang yang ada di Indonesia. Sementara jutaan warga Indonesia yang bekerja di Arab Saudi dan negara lainnya, luput dari kekhawatiran.
"Kita sudah masuk globalisasi, gimana bisa mengirimkan tenaga kerja, saat ini baru 10 persen investasi Tiongkok masuk ke Indonesia. Kita jangan dulu berfikir negatif, kalau kita mau masyarakat kita diterima di negara lain, tentu kita juga harus berlaku sama," katanya.
Pewarta: Laily Rahmawati: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.