Pejabat intelijen dan keamanan Iran telah menahan sejumlah wartawan bulan ini yang dianggap sebagai tindakan keras terhadap kebebasan berekspresi dan media.
Jenewa (Antara/Reuters/Antara Megapolitan) - Peneliti HAM PBB, Rabu (Kamis WIB, menyerukan agar Iran menghentikan penangkapan, pelecehan, dan penuntutan terhadap wartawan dan aktivis lainnya dengan membuka jalan untuk pembahasan terbuka menjelang pemilu parlemen, Februari 2016.

Melalui pernyataan bersama, para peneliti HAM tersebut mendesak Republik Islam Iran untuk membebaskan seluruh wartawan termasuk reporter Washington Post Jason Rezaian yang ditahan secara sewenang-wenang dan tidak berdasar hukum saat memberikan pelatihan tentang hak-hak asasi manusia.

Rezaian yang memiliki dua kewarganegaraan yakni AS dan Iran, ditangkap pada Juli 2014 atas tuduhan spionase dan dijatuhi hukuman satu bulan yang lalu dengan putusan hakim yang diberitakan oleh Kantor Berita Iran ISNA.

Pada Minggu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan peraturan yang lebih transparan bagi media sebagai upaya melindungi wartawan dari tindakan keras Tentara Pengawal Revolusi Islam (IRGC), sebuah pasukan garis keras untuk melawan pengaruh Barat.

Rouhani adalah seorang moderat pragmatis yang mencari hubungan lebih baik dengan Barat. Namun, kekuasaan tertinggi terletak pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang memegang kendali atas IRGC dan peradilan.

"Pejabat intelijen dan keamanan Iran telah menahan sejumlah wartawan bulan ini yang dianggap sebagai tindakan keras terhadap kebebasan berekspresi dan media", kata pelapor khusus PBB tentang Iran, Ahmed Shaheed.

Lima wartawan ditangkap pada 2 November oleh anggota intelijen IRGC yang berpakaian preman. Mereka dituduh ambil bagian dalam jaringan infiltrasi dan berusaha melemahkan Iran atas nama pemerintah Barat.

Lebih dari selusin wartawan dan aktivis lainnya juga dipanggil untuk diinterogasi.

"Pemerintah Iran tidak harus membungkam kritik atau suara berbeda dengan berkedok masalah keamanan nasional," kata Shaheed yang merupakan mantan menteri luar negeri Maladewa yang bekerja di pos independen.

Sedikit-dikitnya 45 wartawan berada dalam tahanan Iran pada April. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di dunia, kata dia.

"Kebebasan berekspresi adalah dasar untuk menjamin proses politik yang terbuka, bebas, dan adil," tutur David Kaye, pelapor khusus PBB tentang hak kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Penerjemah: Difa/A. Ahdiat.

    




: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026