kota-bekasi-butuh-pasar-indukBekasi, 20/5 (ANTARA) - Kota Bekasi, Jawa Barat, memerlukan pasar induk untuk memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok di wilayah ini.
"Sejak Kota Bekasi berpisah dengan Kabupaten Bekasi 14 tahun silam hingga kini kami belum memiliki pasar induk," kata Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi Abudin di Bekasi, Sabtu.
Menurut dia, sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat masih mengandalkan suplai bahan pangan dari Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, dan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.
Dampaknya, harga kebutuhan pokok relatif mahal karena dihitung dengan tarif transportasi dan sebagainya.
Abudin mengaku, pihaknya telah mengusulkan setiap empat kecamatan di wilayah setempat memiliki satu pasar induk.
"Kalau menghitung jumlah kecamatan di Kota Bekasi sebanyak 12 wilayah, berarti kita butuh sekitar tiga pasar induk," katanya.
Usulan tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, guna dipertimbangkan realisasinya. Minimal, dibutuhkan pasar semi induk.
"Yang penting, pasokannya bisa lebih besar dari sekedar pasar tradisonal secara umum," katanya.
Usulan tersebut, kata dia, mustahil dapat terealisasi pada 2012 karena anggaran yang terbatas.
"Diharapkan realisasi pasar induk ini bisa terjadi pada tahun depan," katanya.
Pengadaan pasar induk, kata dia, tidak harus mengandalkan anggaran daerah namun bisa diupayakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
"Kami akan jalin kesepakatan yang dapat menguntungkan seluruh pihak khususnya pedagang agar pasokan bahan pokok makanan bisa berjalan maksimal," demikian Abudin.
Andi F
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.