Siswa yang mengalami kesurupan mayoritan perempuan dari kelas VIII A, usai upacara bendera.
Boyolali (Antara Megapolitan) - Puluhan siswa Ssekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Musuk Kabupaten Boyolali, Senin, menangis histeris dan diduga mengalami kesurupan sehingga dipulangkan ke rumah masing-masing.

Menurut Kepala Sub Bagian Humas SMP Negeri 2 Musuk, Umar Ma'ruf, peristiwa tersebut berawal dari siswa empat kelas VIII mengikuti kegiatan kemah di halaman sekolah pada Sabtu (29/8).

Umar Ma'ruf mengatakan, para siswa saat megikuti kegiatan renungan malam ada yang mengalami kesurupan empat anak, tetapi sudah dapat ditangani.

Namun, saat mengadakan upacara bendera di halaman sekolah, Senin pagi, tiba-tiba seorang siswi kelas VIII A, Widyaningsih, menangis histeris dan diikuti puluhan siswa lainnya.

"Siswa yang mengalami kesurupan mayoritan perempuan dari kelas VIII A, usai upacara bendera," katanya.

Umar Ma'ruf mengatakan, siswa yang sudar mengaku melihat temannya yang sudah meninggal dunia sudah setahun ini. Selain itu, para siswa juga melihat sosok berbadan besar tinggi dengan warna gelap dan anak-anak

Para siswa yang mengalami kesurupan terlihat seperti merasakan ketakutan sendiri dan mereka menangis histeris sambil memanggil temannya yang sudah meninggal itu, bernama Dani.

Kerana itu, pihak sekolah akhirnya memulangkan mereka untuk belajar di rumah masing-masing karena kondisi sudah cukup resah jika kegiatan belajar-mengajar di sekolah dilanjutkan.

"Kami khawatir kejadian itu, bisa menimpa siswa lainnya sehingga mereka dipulangkan lebih dini untuk menghindari kondisi lebih gawang lagi," katanya.

Menurut dia, pihaknya menduga para siswa mengalami halusinanasi massal akibat kelelahan saat mengikuti kegiatan kemah di sekolah.  Para siswa yang kesurupan adalah mereka yang ikut kegiatan kemah. Mereka yang kesurupan ada sebanyak 20 anak.

Menurut dia, saat kejadian tersebut pihaknya meminta bantuan orang pintar untuk bisa menenangkan para siswa yang kesurupan.

Iskandar Budi Utomo, salah satu guru SMP Negeri 2 Musuk mengatakan, peristiwa kesurupan tersebut terjadi tidak hanya baru sekali ini.

Namun, kata dia, para siswa dua tahun sebelumnya juga mengalami kesurupan sama seperti ini. Ketika itu, pihak sekolah kemudian meminta bantuan seorang kiai untuk mengusir atau membersihkan tempat dari roh jahat yang sering mengganggu siswanya.  


Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026