Kami cenderung ingin berkoalisi dengan partai yang sama ideologinya, karena lebih mudah melakukan komunikasi politik."Depok, (Antara Megapolitan) - Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Jawa Barat, Rusdi Madari menegaskan bahwa partainya siap berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung calon wali kota Depok periode 2016-2021.
"Kami cenderung lebih ingin berkoalisi dengan partai yang sama ideologinya, karena lebih mudah melakukan komunikasi politik," kata Rusdi ketika dihubungi Antara, di Depok, Senin.
Ia mengakui telah melakukan pertemuan dengan bakal calon Wali Kota Depok dari PKS, Imam Budi Hartono, dan siap mendukungnya. Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi politik.
"Nanti akan dibawa ke Rapim cabang untuk menentukan siapa yang akan PPP usung sebagai calon wali kota Depok," katanya.
Rusdi mengatakan pula, sosok Imam merupakan kader PKS yang kaya akan pengalaman dibidang politik dan sangat memahami kondisi kota Depok, sehingga akan lebih mudah menyelesaikan persoalan di Kota yang berjuluk kota Belimbing tersebut.
Rusdi mengatakan pula bahwa melakukan komunikasi politik dilakukan untuk mencari formulasi koalisi yang baik sehingga pemimpin Kota Depok selanjutnya akan lebih mampu mensejahterakan rakyatnya.
Menurut dia, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan kader PKS lainnya seperti Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Kota Depok Muttaqin, dan bakal calon wakil wali kota dari PKS lainnya yaitu Idris Abdul Shomad.
Nantinya, lanjut dia, para bakal calon wali kota Depok akan diundang oleh PPP untuk didengar visi dan misi mereka untuk membangun Kota Depok.
Rusdi juga menjelaskan telah membangun komunikasi politik dengan partai-partai lainnya seperti Golkar, Hanura, dan juga PAN.
"Saat ini kami terus melakukan komunikasi politik untuk mencari formulasi koalisi yang baik, dan lebih cenderung berkoalisi dengan partai yang seideologi," katanya.
Pewarta: Oleh Feru LantaraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.