"Alternatif kedua menggeser pagar Istana Bogor,..."Bogor, (Antaranews Bogor) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat melakukan penataan transportasi dengan membangun serta memperluas pedestrian yang ada di sekeliling Istana Bogor dan juga Kebun Raya.
"Dalam konsep penataan transportasi kita menyediakan saran dan prasarana untuk masyarakat terutama sekitar Kebun Raya dan Istana Bogor," kata Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, saat ditemui di Bogor, Jumat.
Usmar mengatakan hari ini (Jumat-red) untuk kedua kalinya Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dipanggil menghadap Menteri Sekretaris Negara menyampaikan konsep penataan kawasan di seputar Istana Bogor dan Kebun Raya.
"Pak Wali sudah membawa satu konsep menata kawasan khusus di seputar Istana Bogor dan juga Kebun Raya, karena Istana bukan merupakan kewenangan Pemerintah Kota jadi kita koordinasikan untuk mendapatkan dukungan," katanya.
Dijelaskannya penataan kawasan di seputar Istana Bogor dan Kebun Raya sudah direncakan oleh Pemerintah Kota Bogor sejak 2014, dan pengusulan anggaran ke dewan juga telah dilakukan pada tahun yang sama.
"DED 2014 sudah kita bikin dan sudah kita usulkan, rencana pembangunan fisik dimulai 2015 ini," katanya.
Ia mengatakan pembangunan awal pedestrian dimulai dari Tugu Kujang hingga Pintu 3 Kebun Raya Bogor atau sekitar 350 meter dengan dana yang digunakan sebesar Rp6,7 miliar.
Nantinya, kata Usmar, pedestian dibangun dengan lebar menjadi 4 meter, terdiri dari pedestrian dan utilitas books (atau kotak untuk listrik, PLN, PAM dan Telkom yang tidak boleh dibongkar lagi.
"Jadi lebarnya menjadi 4 meter, didisaen khusus untuk pejalan kaki dan sepeda. Yang bersepeda tidak lagi berjalan di jalan tetapi bisa di pedestrian. Sementara drainase yang sudah ada akan berada di bawah ditutup pendestrian di atasnya," kata dia.
Usmar mengatakan total pendestrian yang akan dibangun di sekeliling Istana Bogor dan Kebun Raya yakni 3,8 kilo meter (km) dengan menggunakan anggaran Rp41,3 miliar berasal dari APBD murni pemerintah Kota Bogor.
Pembangunan pedestrian terdiri dari lima sekmen, sekmen pertama dari Tugu Kujang hingga Pintu 3 Kebun Raya sudah mendapatkan pesertujuan dari DPRD yang meloloskan anggaran sebesar Rp6,7 miliar.
Menurut Usmar, nantinya dalam penataan kawasan terutama dari depan Istana Bogor, Hotel Salak dan Balai Kota dengan pelebaran pedestrian ada dua alternatif yang akan digunakan yakni menggunakan badan jalan milik Pemerintah Kota Bogor dengan menggeser taman yang ada di depan Regina Pacis, Hotel Salak dan Balai Kota.
"Alternatif kedua menggeser pagar Istana Bogor, agar lebih masuk ke dalam seteleh drainase yang ada di dalam istana," katanya.
Usmar mengatakan ibarat gayung bersambut rencana penataan yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor direspon oleh Kementerian Sekretaris Negara yang meminta Wali Kota Bogor memaparkan konsep penataannya.
"Tapi kita belum dapat "restu" terkait alternatif kedua (menggeser pagar istana-red), kita masih menyampaikan rencana," kata Usmar.
Menurut Usmar, jika rencana penataan kawasan di Istana Bogor dan Kebun Raya dengan menggunakan alternatif kedua yakni menggeser pagar istana mendapat pertentangan dalam Undang-Undang, maka Pemerintah Kota Bogor akan menggunakan alternatif kedua dengan memakan badan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota.
Pewarta: Laily Rahmawati: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.