Rumah penduduk di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, terendam banjir dengan ketinggian muka air hingga 50 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung, Minggu pagi.

"Air masuk rumah jam 02.00 WIB," ujar warga RT06 RW08, Beben (41) di Jakarta.

Banjir di Kebon Pala terjadi akibat kiriman air dari Kabupaten Bogor melalui Kali Ciliwung.

Berdasarkan laporan petugas Bendung Katulampa, terjadi siaga dua pada Sabtu (18/4) pukul 18.00 WIB dengan TMA bendung mencapai 170 sentimeter.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Banjir terjadi akibat pembangunan tak pedulikan lingkungan
Baca juga: Warga Kampung Pulo tak lagi khawatir banjir

Air dari Bendung Katulampa kemudian dilepas menuju muara di pesisir Laut Jakarta melalui Kaki Ciliwung.

Kawasan Kebon Pala merupakan salah satu permukiman penduduk di sekitar bantaran sungai.

Beben yang tinggal bersama empat anak dan seorang istri itu memilih bertahan di rumah sebab banjir telah mencapai puncaknya pukul 06.00 WIB.

"Saya gak ngungsi, udah biasa juga (banjir). Lagian pagi ini kan air mulai surut juga," katanya.

Baca juga: Yakin dengan antisipasi, BPBD minta warga bantaran Ciliwung jangan panik

Berdasarkan informasi dari pihak Kelurahan Kampung Melayu, lokasi terdampak banjir berada di RW04 dan RW08.

Warga lainnya Surahman (50) mengatakan mayoritas warga akan memilih mengungsi bila ketinggian air mencapai sedada orang dewasa.

"Biasanya ngungsi ke Kantor Kelurahan, SMPN 26, Pos RW 07, atau ke Masjid Jami Ittihadul Ikhwan," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020