Sukabumi (Antaranews Bogor) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengamankan seeokor macan tutul Jawa (Phantera pardus melas) yang ditangkap hidup-hidup oleh warga Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Informasi yang dihimpun Antara dari pihak BBKSDA Jabar, macan tutul tersebut ditangkap warga setelah memangsa delapan ekor domba milik warga sekitar tepatnya di Kampung Baluweur, Desa Girimukti. Dengan kejadian ini, warga mencoba menangkap macan tutul yang diduga turun gunung ini dengan kadang perangkap.

"Macan tutul ini diserahkan warga dalam kondisi hidup dan sehat, diperkirakan hewan karnivora ini berusia 10 tahun berjenis kelamin laki-laki. Diduga, macan ini turun ke pemukiman warga karena tersasar dan kehabisan makanan sehingga memakan ternak milik warga sekitar," kata Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sukabumi, Agus Miarso kepada wartawan, Selasa.

Menurut Agus, agar kondisi kesehatannya tetap terjamin pihaknya telah mengevakuasi macan tutul yang ditangkap warga ini ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Selain itu, jika macan ini terlalu lama dikurung dan bertemu banyak orang khawatir menjadi stress karena sudah dikerubuni warga yang ingin melihat dari dekat.

Macan Tutul Jawa ini merupakan salah satu hewan yang dilindungi, maka dari itu pihaknya terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada warga, khawatir ada lagi macan yang turun gunung dan masuk ke pemukiman warga yang bisa terancamnya keselamatan hewan dilindungi yang habitatnya sudah mulai terganggu.

"Maka dari itu, kami terus berikan arahan kepada warga, jika ada yang melihat macan hilir mudik di pemukiman warga untuk segera melapor dan jangan sampai dibunuh karena polulasi hewan ini terus menipis," tambahnya.

Sebelumnya juga seekor macan tutul pernah ditangkap hidup-hidup dengan jerat di sekitar Kampung Ciangsana, Desa Girimukti Kecamatan Ciemas ini pada Oktober tahun lalu. Macan Tutul Jawa yang ditangkap pada saat itu berjenis kelamin jantan berusia 7-8 tahun dengan bobot sekitar 50 kilogram dan saat ini dititipkan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor.

Pewarta: Aditya A Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2014