Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk Pondok Pesantren Al-Falakiyah, Pagentongan, Kota Bogor, Jawa Barat sebagai pelaksanaan pra-Musyawarah Nasional (Munas) yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-2 Maret 2020.

"Kota Bogor dapat kehormatan jadi tempat pra-Munas di sini. Tidak kurang dari 200 ulama yang akan hadir dan ribuan warga NU pada saat pembukaan," ujar Pengasuh Pesantren Al-Falakiah, KH Tubagus Asep Zulfiqor, Kamis (27/2).

Baca juga: Ketua PBNU larang penyebaran proposal jelang Muktamar NU 2020

Menurutnya, Ponpes Al-Falakiyah ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan, salah satunya untuk memberikan penghargaan jasa pendiri Ponpes Al- Falakiyah, yaitu Tubagus Muhammad Falak atau lebih dikenal Mama Falak sebagai perintis NU.

Mereka yang diagendakan hadir dalam pra-Munas di Kota Bogor yaitu pengurus NU dari wilayah Jawa, Bali, Lombok, dan Lampung. Sedangkan wilayah lainnya dibagi sesuai zona masing-masing yang ditentukan oleh PBNU.

Baca juga: MWC NU Bogor keluarkan lima poin sikap menjawab polemik Konfercab

Asep mengatakan, pra-Munas kali ini masuk dalam rangkaian Muktamar NU yang akan digelar pada tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020 di Lampung. Rangkaiannya yaitu sidang pleno, pra-Munas, Munas, dan ditutup Muktamar.

"Muktamar lima tahun sekali, kebetulan tahun ini ada Muktamar. Kalau Munasnya nanti tanggal 17 dan 18 Maret di Jawa Tengah," kata Asep.

Baca juga: NU tidak sependapat majelis taklim harus terdaftar

Ia menyebutkan, sedikitnya ada 11 poin pembahasan dalam pra-Munas yang hasilnya akan dibawa ke Munas. Poinnya yaitu, hukum gelatin, hukum daging berbasis sel, gugatan atas kebijakan pemerintah yang merugikan, hukum ekspor benih lobster, moderatisme NU dalam berpolitik, metode istinbath maqoshidi, konsep pemanfaatan SDA yang berkelanjutan, telaah UU nomer 1/1965 tentang penodaan agama, RUU pengawasan obat dan makanan, BPJS dan politik anggaran untuk rakyat miskin, serta RUU cipta kerja.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020