Yayasan Baitul Maal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar "roadshow" penyuluhan kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba sebagai langkah pencegahan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), dengan target 1.500 siswa SMP dan SMA.

"Roadshow penyuluhan kesehatan reproduksi remaja bahaya narkoba ini bertujuan melindungi generasi muda dari bahaya pergaulan bebas dan ancaman narkoba," kata Ketua YBM PLN Bogor, Saban Deni saat roadshow di Pondok Pesantren Al-Fatah Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Baca juga: YBM-PLN bagikan tiga unit mobil dan ribuan paket sembako

Menurutnya, pengetahuan rata-rata remaja tentang kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba masih terbilang minim. Karena itu, tidak heran ketika banyak remaja yang terjerumus pada pergaulan bebas dan penggunaan narkoba.

Ia mengatakan, program roadshow ini merupakan hasil kerja sama antara YBM PLN dengan Yayasan Sahabat Indonesia Madani. Program dengan sasaran 1.500 siswa hingga kini sudah terlaksana sebanyak 15 kali di sekolah berbeda.

"Hingga kini sudah 11 sekolah yang didatangi untuk penyuluhan kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba, dan Pesantren Al Fatah Ciomas adalah sekolah yang ke-12," katanya.

Baca juga: YBM PLN resmikan Ponpes "Tahfidz dan Entrepreneur" di Puncak Bogor

Ia menyebutkan, pada roadshow kali ini dikemas berbeda dari sebelum-sebelumnya. Pihaknya menghadirkan ustadz sebagai pemateri dalam memandang reproduksi pada sudut pandang Islam.

"Dengan generasi muda yang moralnya bagus, maka bangsa Indonesia juga akan kuat, serta menghindarkan pergaulan bebas yang juga menimpa remaja remaja dari golongan keluarga miskin atau dhuafa," katanya.

Selain menghadirkan ustadz sebagai pemateri dalam melihat reproduksi dalam pandangan Islam, kata dia, ada juga materi mengenai Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN oleh karyawan PLN Area Bogor.

Baca juga: YBM PLN bantu perbaiki 200 Unit RTLH di Kota Bogor

Anggota Bagian Jaringan Listrik PLN Area Bogor, Toto Suparto memaparkan program sosialisasi edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikkan (K2), seperti halnya menjaga jarak aman minimal 2,5 meter dari jaringan listrik yang ada.

"Jarak aman listrik itu kan 2,5 meter ke kabel, jadi kita menghimabau ke masyarakat agar tidak menimbulkan gangguan listrik secara mendadak," kata Toto.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019