Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengolah ikan sapu-sapu hasil penangkapan di Situ Citatah, Cibinong, menjadi pupuk organik sebagai bagian dari upaya pengendalian spesies invasif sekaligus pemulihan lingkungan perairan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Dede Armansyah di Cibinong, Rabu, mengatakan ikan sapu-sapu yang ditangkap tidak akan dibuang maupun dikubur, melainkan dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan.
“Jadi tidak ada yang dikubur. Jadi, sapu-sapu ini nanti dicacah, kemudian difermentasi untuk menjadi pupuk. Tempatnya sudah kita siapkan di Pondok Rajeg,” kata Dede.
Ia menjelaskan pupuk organik tersebut nantinya digunakan sebagai nutrisi bagi pohon-pohon kayu di ruang terbuka hijau di Kabupaten Bogor.
Menurut dia, pupuk dari ikan sapu-sapu tidak diperuntukkan bagi tanaman buah, melainkan untuk mendukung penghijauan kawasan terbuka hijau karena memiliki kandungan protein yang tinggi.
“Pupuk ini bagus karena memiliki protein tinggi,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pegiat lingkungan turun langsung ke Situ Citatah untuk menangkap ikan sapu-sapu sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mengendalikan sedimentasi penyebab banjir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang difokuskan pada isu lingkungan hidup dan pelestarian sumber daya air.
“Hari ini jelang HJB kita memang ada beberapa rangkaian kegiatan terutama yang menyangkut terkait lingkungan,” kata Rudy.
Ia mengatakan pemerintah daerah sengaja turun langsung ke perairan untuk melihat kondisi riil situ, mulai dari sedimentasi hingga penumpukan sampah yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah hilir.
“Tadi kenapa kita turun langsung ke air? Kita ingin memastikan, oh ternyata sedimentasi cukup tinggi, sampah cukup banyak. Kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk kita bersihkan bersama, kita rawat bersama-sama,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 200 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.
“Sekitar lebih dari 200 kilogram hanya hitungan satu jam dua jam,” kata Rudy.
Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026, di antaranya penanaman pohon dan pelepasan indukan ikan lokal di kawasan hulu sungai.
Pejabat dan pegiat lingkungan menilai langkah pengendalian ikan sapu-sapu penting dilakukan karena spesies invasif tersebut dapat merusak keseimbangan ekosistem perairan jika populasinya tidak dikendalikan.
“Sapu-sapu kan ikan invasif, jadi memang harus dikontrol karena kalau dibiarkan akan merusak ekosistem,” kata pegiat lingkungan Arief Kamarudin.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026