Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyebut kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran 2026, memberikan dampak positif terhadap penguatan branding Cirebon sebagai daerah wisata budaya dan sejarah di Jabar

Daddy saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat, mengatakan kegiatan budaya tersebut mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan terhadap potensi budaya yang dimiliki Kota Cirebon, khususnya keberadaan keraton serta warisan sejarah.

Menurut dia, pelaksanaan kirab budaya pada 10 Mei 2026 juga memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi masyarakat karena aktivitas usaha meningkat selama kegiatan berlangsung.

“Begitu ada kirab saja, banyak pedagang yang memetik hasil. Tukang parkir sibuk, hunian hotel naik, dan masih banyak efek lainnya,” katanya.

Baca juga: Bupati Karawang sebut Mahkota Binokasih simbol kasih antara pemimpin-rakyat

Ia menuturkan dampak ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan budaya, dapat memperkuat citra daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kota Cirebon, kata dia, juga mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, melalui rencana penataan empat keraton yang ada di kota tersebut.

Ia menuturkan empat keraton yang dimaksud meliputi Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kaprabonan yang akan ditata agar lebih bersih dan tertata.

Daddy menekankan penataan kawasan keraton dan lingkungan sekitar, akan semakin memperkuat identitas Kota Cirebon sebagai tujuan wisata budaya di Jabar.

“Khusus bagi Kota Cirebon, empat keraton di Kota Wali itu dijanjikan penataan serius oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi,” katanya.

Baca juga: Ribuan warga padati jalan saksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berencana memperbaiki trotoar, membersihkan jalan, serta menata sungai di sekitar kawasan budaya, termasuk Kota Cirebon, agar lingkungan menjadi lebih rapi dan menarik bagi wisatawan.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebelumnya menyampaikan penataan tersebut dilakukan, untuk mengembalikan suasana historis dan kenyamanan kawasan budaya di Kota Cirebon sehingga wisatawan dapat tinggal lebih lama di daerah tersebut.

“Maka saya mengajak kepada Bupati juga Wali Kota, mari kita gunakan cinta dalam menata wilayah," tuturnya.

 

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026