Kecelakaan maut bus ALS dan truk tanki  di jalan lintas Sumatera di Muratara Sumatera Selatan yang menewaskan 16 orang, Rabu (6/5/2026), tepat setahun dari  kejadian kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS  di Kota Padang Panjang Sumatera Barat pada 2025. 

Kejadian kecelakaan bus ALS di turunan dekat terminal Kota Padang Panjang itu terjadi tahun 2025 lalu juga pada tanggal yang sama, 6 Mei. 

Berdasarkan berita sumbar.antaranews.com, Selasa 6 Mei 2025 melaporkan bus dengan nomor polisi B 7512 FGA itu datang dari arah Bukittinggi menuju Padang yang membawa sebanyak 34 orang dengan rincian 30 orang adalah penumpang, sedangkan empat lainnya adalah awak bus.

Namun ketika sampai di terminal Padangpanjang, bus diduga kehilangan fungsi rem (rem blong) sehingga lajunya tidak terkendali.

Bus kemudian oleng hingga rebah ke arah kiri, dan sempat menabrak pagar rumah warga yang berada di sisi kiri jalan.

Akibat kecelakaan tunggal tersebut bus ALS mengalami kerusakan dan menimbulkan korban dengan rincian 12 orang meninggal dunia, dan 22 lainnya mengalami luka-luka.

https://sumbar.antaranews.com/berita/678097/polisi-amankan-bus-als-usai-kecelakaan-di-padang-panjang


Laka di Muratara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengevakuasi 16 korban tewas akibat tabrakan maut antara bus ALS vs Truk Tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Rabu, siang.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengonfirmasi bahwa insiden tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri dari 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kenek mobil tangki.

Ia menyebutkan berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB.

Peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.

Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.

Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.

Pewarta: Pewarta BPJ

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026