Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan akan terus berupaya membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang responsif dan humanis pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kami dari pemerintah daerah terus membangun kepercayaan publik melalui program-program yang prorakyat," kata bupati dalam sambutan menjelang shalat Idul Fitri di Karawang, Jabar, Sabtu.
Selama Ramadhan sejumlah program pemerintah daerah telah digulirkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, melakukan pengamanan mudik Lebaran, dan lain-lain.
Ia mengaku akan terus meluncurkan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, guna menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Bupati menyampaikan, momen Hari Raya Idul Fitri ini sangat penting. Sebab sekat sosial mencair, serta memunculkan persaudaraan dan kekeluargaan lintas kalangan masyarakat.
Pada kesempatan di depan ratusan jamaah shalat Idul Fitri di lapangan Karangpawitan itu bupati menyampaikan sepuluh program prioritas pembangunan di Karawang pada tahun ini.
Ia menyampaikan program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sepuluh program pembangunan strategis tersebut meliputi berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga sektor pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Bupati mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam pembangunan daerah Karawang, seiring dengan tumbuhnya rasa persaudaraan pada momentum Hari Raya Idul Fitri,
Sementara itu, khatib shalat Idul Fitri KH Arsad Hidayat dari Kemenag RI menyampaikan Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam sekaligus menjadi momentum perbaikan hubungan antarsesama dalam menjaga ukhuwah Islamiah.
Baca juga: Putin ucapkan selamat Idul Fitri, soroti peran Muslim bangun Rusia
Baca juga: Presiden dijadwalkan menyapa langsung warga di Istana
Ia mengingatkan agar seluruh umat Islam dapat menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara.
"Di tengah keberagaman, kita harus saling hormat menghormati. Ini pondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Karena perlu diketahui, Nabi Muhammad gigih berjuang dalam menjaga persatuan. Seperti menjaga kaum Anshor dan Muhajirin," katanya.
Editor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026