Purwakarta (ANTARA News Megapolitan) - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada 2019, akan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari perparkiran, karena setiap tahun sektor itu belum mencapai target.

"Setiap tahun, PAD dari sektor perparkiran tidak mencapai target, meski ada peningkatan pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Purwakarta Arip Surachman di Purwakarta, Jumat.

Ia mengatakan, pada 2018, PAD perpakiran tidak mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Namun, lanjutnya, dari realisasi PAD perpakiran 2018 itu terdapat peningkatan sebesar tujuh persen dibandingkan 2017.

Menurut dia, dari target PAD perpakiran pada 2018 yang ditetapkan sebesar Rp1,132 miliar, tercapai hanya Rp935 juta.

"Pada 2017 juga sama tidak tercapai, dari yang ditargetkan Rp1,125 miliar hanya tercapai Rp875 juta," katanya.

Sementara, pada tahun ini Dishub Purwakarta menargetkan PAD sektor perparkiran mencapai Rp1,358 miliar.

Arip optimistis mampu meningkatkan pendapatan perpakiran mengingat masih banyak lahan parkir yang belum terkelola dengan baik.

Jadi, penambahan potensi lahan parkir di wilayah Purwakarta menjadi program pada tahun ini, sebagai upaya optimalisasi pendapatan.

"Lahan parkir yang belum terkelola kita akan kelola, sehingga jumlah pendapatan parkir terserap lebih besar. Kita akan coba tata kembali sehingga lahan parkir bisa dikelola lebih baik lagi," kata dia.

Ia juga mengatakan, selama ini Dishub Purwakarta baru mendapatkan potensi dari lahan parkir seperti tepi jalan umum, Pasar Jumat, dan Pasar Citeko.

"Tahun ini, kita tambah potensinya, terutama di jalan umum yang belum terkelola, mudah-mudahan mencapai target bahkan lebih," kata dia.

Editor berita: K. Dewanto

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019