Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengangkut reaktor nuklir mini lewat udara sebagai bagian dari rencana Presiden Donald Trump untuk memperluas sumber energi nuklir, Anadolu melaporkan pada Senin (16/2).

Disebutkan, tiga pesawat angkut raksasa C-17 pada Minggu (15/2) membawa modul-modul reaktor Ward 250 tanpa bahan bakar dari March Air Reserve Base di California ke Hill Air Force Base di Utah, tempat pengujian akan dimulai.

Para pejabat Departemen Pertahanan, Departemen Energi, jurnalis, dan perwakilan industri dikabarkan ikut dalam penerbangan sekitar satu jam tersebut, kata kantor berita Turki itu, mengutip laporan Wall Street Journal.

Reaktor yang dikembangkan Valar Atomics itu menjadi bagian dari misi untuk mempercepat teknologi nuklir generasi lanjut. Trump berjanji sedikitnya tiga reaktor generasi baru akan beroperasi paling lambat 4 Juli.
Para pendukung misi itu menilai reaktor kompak mampu menyediakan energi andal di lokasi terpencil atau fasilitas militer. Namun, mereka yang mengkritiknya memperingatkan bahwa percepatan pengembangan reaktor swasta bisa menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan.

"Energi bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga isu keamanan nasional," kata Gubernur Utah Spencer Cox.

Pejabat akuisisi pertahanan Michael Duffey menyebut misi itu memungkinkan pemanfaatan energi nuklir di lokasi yang paling dibutuhkan oleh militer AS.

CEO Valar Atomics Isaiah Taylor mengatakan pengujian akan dimulai pada kapasitas 250 kilowatt dan akan ditingkatkan hingga 5 megawatt, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 5.000 rumah.

Reaktor mini tersebut menggunakan bahan bakar TRISO dan pendingin helium, bukan sistem berbasis air konvensional.

Baca juga: Indonesia selesaikan studi kelayakan reaktor nuklir bersama Jepang dan AS

Baca juga: Reaktor nuklir buatan Korsel di Barakah berhasil terhubung ke jaringan listrik UEA

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026