Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berperan sebagai pilar pemerataan dan stabilitas sosial-politik.
Purbaya dalam kegiatan Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis, menyebut pemerintahan Prabowo merumuskan pembangunan ekonomi dalam tiga pilar utama dalam payung Sumitronomics, yaitu pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, serta stabilitas sosial dan politik.
“Orang sering protes MBG dan program lain, itu adalah salah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden, pemerataan dan stabilitas sosial-politik. Kalau itu nggak ada, pertumbuhan ekonomi yang tinggi nggak bisa tercipta,” kata Purbaya.
Mengingat MBG mencakup dua dari tiga pilar pembangunan, Purbaya menilai program ini dibutuhkan oleh masyarakat.
Baca juga: Pemerintah susun Peraturan Presiden hapus piutang dan denda BPJS kelas 3
“Jadi, jangan protes kebanyakan. MBG ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menkeu mengingatkan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada Agustus 2025 bergejolak dan memicu aksi di berbagai daerah.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu berpendapat pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa stabilitas ekonomi dan pemerataan perlu berjalan beriringan.
Maka dari itu, dirinya, sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, berusaha menghidupkan kembali mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil.
Baca juga: Menkeu Purbaya tanggapi KPK soal rumah aman dikasus Bea Cukai
Dia pun berupaya mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk mempercepat belanja agar dampaknya bisa langsung terasa bagi masyarakat.
Strategi lain yang dia jalankan juga termasuk penempatan dana pemerintah ke sektor perbankan untuk meningkatkan likuiditas dan mempercepat pertumbuhan kredit.
“Manfaatnya yaitu menambah likuiditas sistem perekonomian, sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat. Itu juga membalik arah ekonomi dengan signifikan dan menambah kontribusi mesin pertumbuhan dan sektor swasta,” tuturnya.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026